logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 27 September 2007 NASIONAL
Line

''Pah, Hp Mama Rusak''

  • SMS Terakhir Korban ke Suami

SELAMA ini Suyatiningsih memang dikenal agak pendiam, namun tetap supel. Sejak menjadi pegawai Pemkab Kebumen, wanita asal Banyumas itu tinggal di Jalan HM Sarbini, di utara Stadion Chandradimuka yang masih sepi.

Wanita itu tergolong pemberani. Di sekitar rumah di utara jalan raya itu relatif jauh dari tetangga. Tak heran, selama ini rumahnya yang besar itu sering terlihat terkunci rapat. Pagar depan, samping maupun belakang cukup tinggi. Hanya orang yang dikenallah yang diterima masuk ke dalam rumah.

Setelah suami pertamanya meninggal tahun 2002, dia lama menjanda. Sehari-hari, wanita yang tidak dikaruniai anak itu sering mengenakan perhiasan emas. Semula dia menjadi Kasubag di Bagian Organisasi Setda Kebumen.

Menurut Sekda H Suroso SH, berhubung pangkatnya mentok di IIIC, sejak beberapa tahun terakhir beralih tugas sebagai Kasubid Diklat Teknis Fungsional Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Kebumen.

Wanita yang biasa dipanggil Bu Yati itu sempat menamatkan S2 di Unsoed Purwokerto. Sejak 11 Juni 2007, dia menikah dengan Hendro Nugroho, lelaki asal Desa Kutosari, Kecamatan Kebumen. Namun sang suami sering di luar Jawa sebagai dekan Fakultas Hukum di sebuah perguruan tinggi di Balikpapan, Kalimantan.

Menurut Sekda, sebenarnya bawahannya itu sudah pernah mengajukan pindah mengikuti tugas suami ke Kalimantan. ''Permohonan sudah kami proses. Yang bersangkutan pun akan segera berangkat ke Kalimantan karena berkas dari daerah sudah jadi,'' kata dia.

Namun Kabid Diklat BKDD Wahib Tamam, dua hari ini, menaruh curiga. Sebab, tidak biasanya wanita itu membolos kerja. Setiap ada keperluan, selalu izin. ''Tak masuk kerja karena pijat pun dia izin, minimal sms,'' tandas Wahib.

Belakangan perangainya memang ada sedikit perubahan. Setelah berkas kepindahananya diproses, belakangan Bu Yati terlihat lebih riang.

Kepada teman pun lebih ramah. Penampilannya sedikit glamour. Apakah hal itu memicu orang lain berbuat kejahatan, semua masih dalam pengusutan polisi.

Kakak ipar korban, Ismi Harini mengaku, Selasa lalu (25/9) sekitar pukul 16.00 menerima sms dari Heru Nugroho. SMS tersebut rupanya kiriman dari Suyati kepada suaminya di Kalimantan.

Menurut pegawai kantor Kas Daerah Pemkab Kebumen itu, isi pesan itu antara lain berbunyi, ''Pah hari ini Hp mama rusak. Salam saja sama papa dan semuanya ya.''

Melihat isi pesan itu, Heru maupun Ismi merasa agak aneh. ''Itu bukan kalimat yang biasa dikirim mendiang,'' ungkap Ismi di rumah korban, semalam.

Suparto, kakak kandung korban yang asal Sokaraja Kulon Banyumas pun mengakui, adiknya selalu berkirim pesan setiap pergi. Dia juga selalu mengunci semua pintu rumah, baik pintu dalam maupun pagar, setiap bepergian.

Direktur RSUD Kebumen dr H Suprayitno memperkirakan, wanita itu meninggal lebih dari 12 jam. Di wajahnya ada luka sembab. Luka juga ditemukan di kepala belakang dan di kaki kiri.

Kaurbinops Satreskrim Polres Kebumen Iptu Mawakhir menyatakan, kasus itu masih terus dikembangkan. Berbagai informasi telah dan sedang dikembangkan. Bisa saja kasus itu murni pembunuhan, namun bisa pula ada motif lain.

Beredar pula informasi bahwa beberapa waktu lalu korban memarahi pembantunya yang berinisial S. Saat itu dia dipergoki tengah pacaran di dalam rumah. Bu Yati pun naik pitam.

Ada pula informasi yang menyebutkan, sebelum menikah lagi, korban pernah memiliki pacar. Menurut polisi, semua informasi itu ditampung dan dikembangkan untuk bahan pengusutan. (Komper Wardopo-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA