| Kamis, 27 September 2007 | MURIA |
Pemasok Daging Glonggong DiperingatkanPATI-Seorang pemasok daging sapi asal Boyolali Yoko Winarno (35), Rabu (26/9) dini hari mendapat teguran dan peringatan keras dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Pati. Pasalnya, lebih dari 30 kilogram daging sapi yang dibawanya ke Pasar Porda Juwana diindikasikan tak sehat atau glonggongan. Indikasi tersebut diketahui tim dokter hewan Distannak yang berkoordinasi dengan Polsek Juwana, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di tempat tersebut mulai pukul 02.00-04.00. Pasar Porda memang menjadi pusat pengedropan daging sapi dari Boyolali. Selain tidak digantung, daging yang dibawa dengan Isuzu Phanter itu kadar airnya cukup tinggi. Daging sapi yang ditempatkan di bak belakang diberi alas kain sarung dan ditutup dengan terpal. Pemasok daging glonggongan tersebut sempat melarikan diri saat melihat petugas di Pasar Porda. Namun, sejumlah petugas mengejar dan menangkapnya di ujung gang serta meminta dokumen dagingnya. Meski sebagian besar dagingnya terlihat basah, Yoko sempat menyangkal jika daging yang dibawanya tidak sehat. Dia juga mengelak jika dianggap sengaja tidak menggantung dagingnya. Dia juga mengaku, menjual daging sapi tersebut ke bakul di bawah harga pasaran, yakni Rp 32.000/kg. Sedangkan harga di pasaran saat ini adalah Rp 36.500/kg. "Daging tidak saya gantung, karena biasanya saya naik bus. Baru kali ini saya membawa mobil sendiri, itupun sewaan," sangkal Yoko. Karena telah memeriksa sendiri daging tersebut, petugas tak mempercayai alasan Yoko begitu saja. Dia langsung dibawa ke Kantor Distannak bersama dagangannya untuk dilakukan pembinaan. Dalam kesempatan itu, Yoko mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan menjual daging glonggongan lagi. Ungkapan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatanganinya di hadapan petugas. Kepala Distannak Ir Pujo Winarno MM yang memimpin langsung sidak mengatakan, akan diproses secara hukum dan melarang yang bersangkutan untuk berdagang di Kabupaten Pati jika memang dagangannya berupa daging glonggongan. Menjelang Lebaran, pihaknya juga akan terus melakukan pemantauan dan menggencarkan sidak peredaran daging tak sehat. "Kami ingin daging sapi yang beredar di Pati aman, sehat, utuh, dan halal (Asuh-Red). Sehingga konsumen merasa aman mengonsumsi dan tidak dirugikan," tandasnya. Tahun lalu menjelang Lebaran, juga sempat ditemukan peredaran daging gelonggongan yang dilakukan pedagang dari Boyolali juga. Namun, pelakunya pada tahun ini sudah sudah menghentikan praktik tersebut.(fen-36) |