| Kamis, 27 September 2007 | SEMARANG |
Tower Seluler Diprotes Warga Pengilon
SALATIGA- Sebuah tower milik perusahaan jasa seluler terkenal yang didirikan di RW 3 Dukuh Pengilon, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, diprotes warga. Sebab, sosialisasi yang dilakukan perusahaan tersebut tidak kepada semua warga dan kompensasi yang diberikan tidak merata. Merasa hak mereka tidak dipenuhi, belasan warga Dukuh Pengilon mendatangi lokasi tower yang sedang digarap fondasinya oleh beberapa pekerja, Rabu (26/9) siang. Namun, karena mandor yang bertanggung jawab menggarap tower tidak ada, warga mengurungkan niat menggelar dialog. Tutuk Sutarno (53), warga RT 6 RW 3 Pengilon mengatakan, mereka menanyakan izin prinsip pendirian tower tersebut, karena sebelum izin diberikan oleh dinas terkait, penggarapan telah dilakukan. ''Sepengetahuan kami izin pendirian baru diajukan Jumat 21 September, tetapi sudah digarap seminggu sebelumnya atau sebelum izin turun,'' kata Tutuk. Menurutnya, beberapa warga juga mengecam, karena sosialisasi pendirian tower di atas tanah milik H Suparno dengan luas 234 m2 tersebut, belum sepenuhnya mendapat persetujuan warga. ''Masih ada beberapa warga yang mengaku tidak dilibatkan. Mereka juga ada yang tidak tahu kalau ada kompensasi dari pendirian tower tersebut,'' ujar Tutuk. Suyatman (70), warga RT 6 RW 3 Pengilon mengatakan, dia telah mengikuti sekitar tiga kali pertemuan RT yang membahas pendirian tower. Waktu itu belum ada kesepakatan persetujuan dan jumlah kompensasi yang akan diberikan. Ada warga yang mengusulkan kompensasi Rp 700.000 dan Rp 500.000. ''Dalam pertemuan terakhir saya tidak tahu berapa jumlah kompensasi berdasarkan keputusan warga. Tetapi, beberapa hari kemudian saya didatangi perwakilan dari peruhaan seluler dan mereka menyerahkan kompensasi Rp 500.000,'' terangnya. Tak Terima Kompensasi Dia menjelaskan, kompensasi yang sama juga diberikan kepada warga lainnya. Namun, warga mendapat informasi jika ada warga yang mendapat kompensasi lebih dari Rp 1 juta, sehingga dinilai tidak adil. Sementara, ada warga yang tidak mendapat kompensasi sama sekali. ''Ada pula dalam satu rumah yang dihuni beberapa kepala keluarga, dan semuanya mendapat kompensasi.'' Berdasarkan pantauan, pekerja sudah selesai membuat fondasi tower. Rangka besi juga sudah didatangkan dan tinggal dipasang. Namun, karena warga mendatangi lokasi tower, pemasangan rangka besi urung dilakukan. Sejumlah pekerja tak berani memberikan keterangan, karena penanggung jawab pembangunan tidak ada. Lurah Mengunsari Dra Siti Sulami menerangkan, sebenarnya sosialisasi sudah dilakukan hingga ke tingkat RT. Diakuinya, hanya ada empat warga yang belum mendapat kompensasi dan petugas dari perusahaan seluler tersebut sedang menyelesaikan. (H2) |