| Kamis, 27 September 2007 | SEMARANG |
Disiapkan Tiga Jalur AlternatifKENDAL- Sedikitnya tiga jalur alternatif telah disiapkan untuk mengurai kemacetan arus mudik dan balik di wilayah Kendal. Untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas, Pemkab Kendal juga telah memperbaiki sejumlah titik jalan. ''Salah satu titik jalan yang diperbaiki adalah jalur alternatif di Kelurahan Ketapang. Perbaikan jalan sepanjang satu kilometer ini sifatnya sementara. Yaitu, dengan menguruk menggunakan pasir dan batu atau sirtu,'' papar Kasubdin Bina Marga DPU Pemkab Kendal H Indar Wimbono ST, kemarin. Tujuan perbaikan jalan tembus Ketapang, imbuh dia, supaya pada saat arus mudik dan balik dapat dimanfaatkan sebagai jalur alternatif pengurai kemacetan di wilayah perkotaan. ''Nantinya jalan tersebut akan diperbaiki secara permanen. Perbaikan jalan secara permanen telah dianggarkan dalam APBD.'' Dia menjelaskan, satu-satunya titik rawan kemacetan di jalur pantura Kendal masih berada di sekitar Pasar Cepiring. Kondisi ini disebabkan oleh aktivitas pasar, lalu-lalang warga ke tempat itu, dan perilaku tidak disiplin angkutan umum yang ngetem sembarangan. Jembatan Bodri ''Untuk mengurai kemacetan di lokasi tersebut, telah disiapkan beberapa jalur alternatif. Seperti Cepiring-Kangkung-PG Cepiring, dan Tlahap-Gemuh-Pegandon- Kaliwungu,'' paparnya. Kapan perbaikan jembatan Kali Bodri di perbatasan Cepiring-Pa tebon akan selesai, Wimbono mengemukakan, pihaknya telah meminta kejelasan kepada pelaksana proyek. ''Wabup Dra Siti Nurmarkesi telah mengirim surat untuk menanyakan kapan selesainya perbaikan jembatan itu. Diperoleh jawaban, jembatan akan selesai pada H-7 Lebaran.'' Saat ini perbaikan jembatan telah menginjak pengaspalan. ''Usia cor beton telah mencukupi dan akan segera diaspal. Kami sangat berharap jembatan segera dapat difungsikan kembali.'' Mengenai proses pembangunan Jembatan Sedayu yang berada di jalur Gemuh-Weleri, sifatnya hanya dilintasi angkutan lokal. ''Pada Lebaran nanti jembatan tersebut dipastikan tidak selesai pembangunannya. Namun, hal itu tidak memengaruhi arus mudik dan balik. Sebab, jalur Weleri-Gemuh cenderung dilintasi angkutan lokal.'' (G15-37) |