logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 27 September 2007 SEMARANG
Line

Daging di Sejumlah Pasar Dimonitor

GROBOGAN- Menjelang Lebaran Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan, Rabu (26/9), menerjunkan tim untuk memonitoring kemungkinan peredaran daging sapi glonggongan, ayam bangkai, dan suntik .

Dipimpin Kasi Pemberantasan Pencegahan Penyakit Hewan (P3H) dokter hewan Nur Ahmad W, tim memonitoring sejumlah kios dan los penjualan daging di Pasar Induk dan Pasar Unggas Glendoh Purwodadi. Tim juga mengambil contoh daging yang dijual pedagang untuk kemudian diuji kelayakannya. ''Dari contoh daging bisa diuji tingkat pembusukan daging melalui alat dan campuran bahan kimia, yang biasa disebut reagen,'' kata dokter hewan Nur Ahmad.

Dengan metoda ini bisa diketahui sejauh mana daging itu sehat dan tidak membahayakan bila dikonsumsi manusia. Selain menggunakan serangkaian tes, sebenarnya daging yang tidak sehat bisa dikenali melalui sejumlah hal.

Ciri yang mudah terlihat adalah daging berwarna pucat, lembek, berbau amis, cepat busuk, dan tidak jarang meneteskan air.

Jika dijumpai daging sejenis ini, ujar dia, lebih baik tidak dikonsumsi, karena membahayakan kesehatan. Kalau ada pedagang yang memperjualbelikan daging semacam itu, bisa dianggap melawan UU Pangan No 7/1996. Sesuai dengan Pasal 21, setiap orang dilarang mengedarkan pangan yang tidak layak dikonsumsi manusia.

Selama kurang lebih dua jam monitoring di dua pasar, tim tidak menemukan daging yang bisa dicurigai. Dari semua daging yang diteliti, baik sapi, ayam, ataupun unggas, tidak terlihat berpotensi sebagai daging glonggongan, bangkai, maupun suntikan.

Aman

Ketua Paguyuban Pedagang Unggas Pasar Glendoh H Heru Subagio mengatakan, ternak yang masuk kawasan pasar dijamin aman dari kemungkinan daging bangkai dan suntikan. Hal itu tidak lepas dari peran aktif pemkab dalam memberikan penyuluhan kepada pedagang agar tidak menjual daging yang membahayakan keselamatan manusia.

H Ida Imam Rifai mengatakan, daging sapi yang dijualnya selama ini adalah daging sehat. ''Saya rasa pedagang di sini sama sekali tidak terpikir untuk menjual daging glonggongan. Selain berdosa, juga sangat merugikan konsumen,'' jelas pedagang yang menempati lantai II Pasar Induk Purwodadi itu. (H41-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA