| Kamis, 27 September 2007 | SEMARANG |
Sampah Dibakar, Ar Ridho LudesSEMARANG - Diduga karena ada orang yang membakar sampah di dekat Sekolah Alam Ar Ridho, sebuah gedung sekolah itu hangus terbakar Selasa (25/9), malam. Tidak hanya itu, ruang guru yang terletak tidak jauh dari gedung yang terbakar, disatroni pencuri. Laci bendahara sekolah dirusak dan isi kantor diobrak-abrik. Namun para guru menyatakan tidak ada barang berharga yang hilang. Kebakaran di sekolah di kawasan Bukit Kencana Jaya, Meteseh itu membuat panik warga. Sebelum petugas pemadam tiba, warga bergotong-royong memadamkan api dengan peralatan seadanya. Rabu (26/9) sekitar pukul 00.15 dini hari petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Namun gedung yang mayoritas terbuat dari kayu itu sudah hangus dilalap si jago merah. Menurut seorang guru yang tinggal tidak jauh dari kompleks sekolah, Doni, sekitar pukul 23:50 dirinya terbangun karena ada warga berteriak-teriak Sekolah Ar Ridho terbakar. Dia pun bergegas menuju ke sekolah dan ternyata api sudah cukup besar. Gedung dua lantai tersebut terdiri atas 7 ruangan, yakni 5 lokal kelas, satu ruang multimedia, dan sebuah ruang UKS. "Api membesar di ruang kelas TK B1, B2, kelas 1A, dan 1B yang berada di lantai atas," katanya di lokasi. Doni menduga kebakaran diakibatkan adanya orang yang membakar sampah di lingkungan sekolah. Hal itu diperkuat pernyataan Medi, salah seorang warga di sana yang melihat tempat pengolahan sampah terbakar. Warga lainnya, Munawir juga melihat nyala seperti api unggun Selasa (25/9)sekitar pukul 23:00. Diperkirakan api itulah yang kemudian menyulut sampah lainnya sehingga mengakibatkan kebakaran cukup besar tersebut. Pencuri Sementara itu, diperkirakan di saat yang bersamaan atau sebelumnya, ruang guru disatroni pencuri. Pelaku diduga masuk ke ruang itu melalui lubang jendela yang terletak di dekat tangga naik ke lantai dua. Laci milik Fitri, bendahara sekolah, dirusak dan ruangan diobrak-abrik. Namun tidak ada barang berharga yang hilang karena para guru memang tidak pernah menyimpang uang di sekolah. Kebakaran tersebut tidak menelan korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai Rp 400 juta. Mulai kemarin aktivitas belajar- mengajar untuk kelas TK dan SD yang tidak memiliki kelas dipindahkan ke Masjid Ar Ridho. Agung Budi Margono, salah seorang pengurus yayasan yang juga anggota DPRD Komisi C Kota Semarang meminta polisi bisa mengusut tuntas. "Mohon polisi bisa mengusut tuntas penyebab kebakaran karena ini menyangkut institusi pendidikan," harapnya. (H23,H40-62) |