| Kamis, 27 September 2007 | SEMARANG |
20 Preman Terminal DitangkapSEMARANG- Petugas Dalmas dan Samapta Polwiltabes Semarang menggelar operasi penyakit masyarakat (Pekat) di sejumlah fasilitas umum kota, Rabu (26/9). Dalam razia itu, petugas menangkap 20 pria yang diduga preman dan 174 botol minuman keras berbagai merek. Kabag Ops Polwiltabes, AKBP Imam Basuki SH mengatakan, razia tersebut digelar dalam rangka cipta kondisi dan situasi menjelang Lebaran. Sasarannya adalah preman dan minuman keras yang dijual di tempat-tempat fasilitas umum, seperti stasiun, terminal dan pelabuhan. ''Operasi ini merupakan kegiatan rutin. Tetapi menjelang Lebaran, kami lebih mengintensifkan. Tujuannya untuk memberikan iklim atau suasana yang kondusif bagi umat muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadan,'' kata Imam. Kali pertama polisi menyambangi Stasiun Poncol dan Stasiun Tawang. Di tempat tersebut, petugas mengamankan empat orang pria yang tidak bisa menunjukkan identitas diri. Petugas juga merazia sejumlah warung yang berada di sekitar stasiun. Belasan warung itu diduga kerap menjadi tempat pesta minuman keras oleh para calo dan preman. Selanjutnya petugas melanjutkan operasi di Pelabuhan Tanjung Emas dan Terminal Induk Terboyo. Dari dua tempat tersebut, belasan preman yang kerap meresahkan penumpang itu diamankan petugas. Sasaran terakhir adalah Terminal Penggaron. Di tempat tersebut petugas juga menertibkan bus-bus yang mangkal di pertigaan depan terminal. Imam Basuki menerangkan, ke-20 pria yang tertangkap itu kini masih dalam tahap penyidikan. Petugas akan memproses lebih lanjut bagi mereka yang terbukti melakukan tindak pidana. (H40,H21-18) |