| Kamis, 27 September 2007 | SEMARANG |
Horison Kembali Diteror BomSEMARANG- Hotel Horison kembali diteror bom. Sebelumnya, hotel bintang empat itu diancam akan diledakkan seorang pria tak dikenal pada tanggal 2 Januari lalu. Ancaman serupa kembali terjadi, Selasa (25/9) sekitar pukul 22:30. Yang pertama menerima telepon dari pelaku yang tak menyebutkan jatidirinya itu adalah Ayu Windiar (25), karyawati bagian operator front office. Kepada Ayu, pria bersuara berat dan berlogat jawa itu mengatakan telah meletakkan bom di salah satu sudut hotel. Namun tidak disebutkan secara pasti lokasi bahan peledak itu. "Pria itu hanya mengatakan, kalau dia sudah menaruh bom di salah satu sudut hotel," ujar Public Relation Officer Hotel Horison Heppi Lestari mengenai ancaman pria tak dikenal itu. Oleh Ayu, pria itu sempat ditanya nama dan keperluannya. Namun dari seberang tidak ada jawaban. Bahkan ketika diajak bicara dengan maksud mengulur waktu untuk mengorek lebih banyak cerita, pelaku langsung menutup telepon. Pihak hotel tak ingin meremehkan ancaman tersebut. Ayu segera memberitahukan kepada pihak keamanan hotel yang kemudian meneruskan laporan ke Polsek Semarang Tengah dan Polresta Semarang Timur. Selang berapa saat, puluhan polisi mendatangi hotel yang berlokasi di kawasan Simpanglima itu. Petugas Jihandak Polda turut mengamankan lokasi. Polisi dibantu petugas keamanan hotel melakukan penyisiran di berbagai tempat. Pemeriksaan hingga lantai 11 hotel, namun polisi tidak mendapati adanya bungkusan atau benda yang dicurigai sebagai bahan peledak. Setelah mendapat kepastian ancaman peledakan hanya gertakan, penyisiran dihentikan. Mengantisipasi Heppi mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi setiap bentuk gangguan ketertiban dan keamanan di lingkungan hotel. Termasuk menghadapi ancaman bom. Apalagi, kata dia, Horison sudah dua kali menerima ancaman akan diledakkan. Pihaknya telah memperlakukan standar prosedur jika menerima teror bom. Salah satu antisipasinya adalah menempatkan sejumlah petugas keamanan di beberapa sudut ruangan. Mereka dilengkapi alat metal detektor. Kapolres Semarang Timur AKBP Drs Agustin Hardiyanto SH mengatakan, kendati hanya ancaman, polisi tidak ingin kecolongan. (H21,D12-18) |