logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 27 September 2007 KEDU & DIY
Line

Tiga Karung Ayam Bangkai Disita

  • Penjual Terjaring Operasi Yustisi

YOGYAKARTA - Menjelang Lebaran tim gabungan operasi yustisi, Rabu (26/9), mengungkap sekaligus mengamankan pedagang daging ayam bangkai baik yang sudah dimasak maupun masih mentah di Pasar Beringharjo.

Akibat perbuatannya tersebut, tersangka Musdi dan istrinya terpaksa diamankan petugas. Setelah tim gabungan berhasil menemukan barang bukti berupa tiga karung ayam bangkai mentah dan tujuh kilogram daging yang sudah digoreng.

Selain itu, Ny Suminem juga diamankan karena daging ayam goreng yang dijualnya berasal dari ayam bangkai .

Akibat perbuatannya tersebut, para pedagang dimintai keterangan petugas.

Para tersangka, menurut petugas penyidik dari tim gabungan yustisi Isharyono, didakwa melanggar Perda Kota Yogyakarta No 10 Tahun 1968 tentang Ketentraman Lingkungan.

"Pasal 5 Perda No 10 Tahun 1968 yakni khusus tentang penjualan daging ayam yang sudah menjadi bangkai, mengancam mereka dengan hukuman penjara tiga bulan atau denda Rp 2 juta," katanya yang ditemui seusai memberikan surat penyitaan kepada para tersangka di Kantor Pengelola Pasar Beringharjo.

Barang bukti berupa tiga karung yang masing-masing berisi 15 ekor ayam bangkai yang siap jual, berhasil diamankan.

Barang bukti ini, menurut dia, akan dipergunakan dalam persidangan yang rencananya akan digelar pada 1 Oktober mendatang.

Mudah Dibedakan

Di bagian lain, menurut petugas dari Bagian Kesmavet Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Yogyakarta Sri Panggarti, untuk bisa membedakan antara daging ayam bangkai dan segar dapat dilihat dengan mudah.

Untuk ayam yang sudah mati, jelasnya, sebelum disembelih akan terlihat adanya tumpukan darah di setiap pembuluh sehingga daging terlihat berwarna cokelat atau kebiru-biruan.

Untuk daging segar karena disembelih maka tidak ada tumpukan darah di dalam pembuluh sehingga terlihat segar.

"Terlihat jelas sekali kok, kalau dari bangkai dagingnya berwarna cokelat atau biru dan kalau segar benar-benar terlihat cerah karena darahnya semua keluar saat disembelih," jelas Sri di sela-sela operasi.

Lebih jauh dia mengungkapkan, operasi yang digelar ini untuk memberikan rasa tenteram dan aman bagi masyarakat. Operasi ini, lanjut dia, akan terus digelar hingga mendekati lebaran nanti.

Biasanya semakin mendekati Hari Raya Idul Fitri permintaan daging unggas bakal mengalami peningkatan cukup tajam.

Jadi, operasi ini baru permulaan dan bakal digelar terus hingga menjelang lebaran tiba. ''Semua ini kami lakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga yang ingin membeli daging ayam,'' tandasnya. (sgt-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA