| Kamis, 27 September 2007 | INTERNASIONAL |
LINTAS JAGATKecam AS di PBBNEW YORK - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad memanfaatkan kesempatannya berpidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengecam Amerika Serikat. Dia menuduh Washington sebagai pelanggar hak asasi manusia. ''Sangat disayangkan, hak asasi manusia kian dilanggar oleh negara tertentu, terutama oleh mereka yang berpura-pura menjadi penganjurnya,'' kata Ahmadinejad, tanpa menyebut nama Amerika Serikat. ''Negara itu justru mendirikan penjara rahasia, menculik orang, mengadili dan menghukum orang dengan mengabaikan prosedur yang semestinya, menyadap telepon dan surat pribadi,'' ujarnya. Kursi delegasi AS terlihat kosong selama Ahmadinejad berpidato. Presiden Iran itu juga mengecam invasi Amerika ke Irak. ''Kita telah menyaksikan bahwa ada negara yang sangat tidak menghargai manusia atau bangsa lain,'' ujarnya. ''Dalam pandangan mereka, hak asasi manusia sama dengan keuntungan bagi perusahaan dan kroni mereka. Hak dan kedaulatan rakyat Amerika juga dikorbankan demi keinginan rakus orang-orang yang berkuasa.''(ant-25) Barghouti Ditukar Shalit JERUSALEM - Seorang menteri Israel mengusulkan pertukaran tahanan pemimpin intifada Palestina Marwan Barghouti dengan prajurit Israel Kopral Gilad Shalit yang disandera gerilyawan Gaza sejak 5 Juni 2006. ''Marwan Barghouti memiliki peluang baik untuk menjadi pemimpin Palestina yang akan datang,'' Menteri Infrastruktur Israel Benjamin Ben-Eliezer, kemarin. ''Pembebasan Barghouti dapat mendorong perundingan politik yang mengarah pada pembebasan Gilad Shalit.'' Namun juru bicara gerakan Hamas tetap berpendapat, Shalit harus ditukar dengan pembebasan ratusan tawanan Palestina. Saat ini, Shalit menjadi tawanan Hamas. ''Persyaratan perjanjian telah dibuat dengan jelas. Namun mereka tidak mau memenuhinya. Karena itu, kasus Gilad Shalit tetap ditangguhkan,'' kata Sami Abu Zuhri. Beberapa pejabat Israel mengatakan, pertukaran tahanan itu sebenarnya telah dibahas dengan Hamas melalui mediator Mesir. Namun perundingan itu macet setelah Hamas mengambil alih Jalur Gaza pertengahan Juni lalu. Barghouti adalah tokoh penting Fatah di Tepi Barat. Kelompok yang dipimpin Presiden Mahmud Abbas itu merupakan saingan utama Hamas. Barghouti juga disebut-sebut sebagai penggerak aksi intifada yang meletus September 2000.(ant-25) Hizbullah Boikot Pilpres BEIRUT - Parlemen Lebanon gagal memilih presiden baru menyusul aksi boikot yang dipimpin Hizbullah. Sidang parlemen itu dilakukan di bawah pengamanan ketat menyusul pembunuhan anggota parlemen Antoine Ghanem, pekan lalu. Sebanyak 128 anggota parlemen diundang untuk menghadiri sesi pemilihan itu. Namun jumlah anggota parlemen yang hadir tak mencapai kuorum untuk memilih presiden baru. Untuk memilih presiden, voting harus melibatkan dua per tiga anggota parlemen. Kegagalan mencapai kuorum telah diperkirakan banyak pihak. Sebab, kubu oposisi pimpinan Hizbullah sebelumnya telah menyatakan memboikot sidang itu. Sementara kubu pemerintah hanya menguasai 65 kursi parlemen. Krisis politik Lebanon akhir-akhir ini berpotensi menimbulkan konflik kekerasan di antara kedua kubu tersebut. Jika parlemen tak bisa memilih presiden baru hingga 24 November, maka Perdana Menteri Fouad Saniora dan kabinetnya secara otomatis kembali memegang kekuasaan eksekutif.(ant-25) |