logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 27 September 2007 INTERNASIONAL
Line

Ratusan Pengacara Malaysia Demo

  • Tuntut Reformasi Kehakiman

PUTRAJAYA - Sekitar 800 pengacara Malaysia berunjuk rasa di depan kantor Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi untuk menuntut reformasi sistem kehakiman. Demonstrasi itu berlangsung setelah mencuat skandal mengenai campur tangan politik dalam pengangkatan hakim. Para pengacara itu mengenakan kemeja putih dan celana hitam, busana resmi dalam persidangan.

''Kami ingin keadilan! Selamatkan sistem kehakiman!'' teriak para pengacara yang berpawai mulai dari kompleks Istana Keadilan menuju kantor perdana menteri yang dijaga ketat.

Polisi antihuru-hara bersenjatakan pentungan mengikuti dari dekat aksi pawai itu. Pihak penyelenggara mengklaim aksi itu sebagai demonstrasi pengacara terbesar di Malaysia.

''Ini hari yang menyedihkan bagi Malaysia, tetapi membanggakan bagi pengacara,'' kata Tan Ban Cheng, pengacara asal Penang yang ambil bagian dalam unjuk rasa itu.

Rekaman Video

Pekan lalu, kelompok oposisi menyiarkan rekaman video yang memperlihatkan seorang pengacara senior mengklaim mampu memengaruhi proses perekrutan hakim. Pernyataan itu makin memerosotkan citra peradilan Malaysia, yang telah diragukan kredibilitasnya sejak 1980-an.

Rekaman video itu diduga dibuat pada 2002, selama masa kepemimpinan Mahathir Mohamad. Pada 1988, Mahathir mengamandemen konstitusi terutama berkaitan dengan pasal-pasal kekuasaan kehakiman.

Amandemen itu dilakukan setelah sejumlah keputusan pengadilan bertentangan dengan kepentingan pemerintah. Saat ini, pengangkatan hakim dilakukan oleh raja dengan memperhatikan saran dari perdana menteri.

''Kami sangat prihatin dengan sistem peradilan,'' kata Ambiga Sreenevasan, ketua Asosiasi Pengacara Malaysia.(rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA