logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 27 September 2007 INTERNASIONAL
Line

Sonthi Bakal Rangkap Jabatan Mendagri dan Deputi PM

BANGKOK - Menteri Dalam Negeri Thailand Aree Wongsearaya Rabu kemarin mengatakan akan mengundurkan diri bulan depan. Pemimpin kudeta Jenderal Sonthi Sonthi Boonyaratglin dipastikan akan menggantikan dia. Aree mengaku ada konflik kepentingan yang memaksanya untuk mundur.

Sonthi akan pensiun sebagai Panglima Angkatan Bersenjata akhir bulan ini. Dia tidak menutup-nutupi keinginannya untuk menduduki jabatan menteri dalam negeri. Namun, menurutnya hal itu masih tergantung pada keputusan Perdana Menteri Surayud Chulanont.

Sonthi menepis ancaman para pendukung Thaksin Shinawatra yang bertekad menggelar protes apabila dia terjun dalam lingkaran kekuasaan dengan memegang jabatan menteri kabinet.

''Kami sudah bertekad untuk memperkuat negeri ini, membawa negeri ini kembali ke demokrasi. Tujuan itu tidak perlu dikacaukan dengan hal-hal lain,'' kata Sonthi.

Surayud sebelumnya sudah memberi lampu hijau bagi Sonthi. Menurutnya, Sonthi dimungkinkan menjabat sebagai menteri setelah pensiun dari militer bulan ini.

Menteri Pertahanan Boonrawd Somtas mengatakan pekan ini, dia siap untuk melepaskan jabatan untuk digantikan Sonthi dan tetap duduk sebagai deputi perdana menteri bidang keamanan nasional apabila Sonthi menginginkan dia berada pada posisi itu.

Ambisi Politik

Namun, harian The Nation mengutip sumber di Istana Perdana Menteri mengatakan, Sonthi tampaknya akan memegang dua jabatan sekaligus sebagai deputi perdana menteri dan menteri dalam negeri.

Aree dituduh terlibat skandal saham. Dia merupakan menteri ketiga yang mengundurkan diri di tengah-tengah merebaknya skandal saham baru-baru ini. Lembaga anti korupsi yang dibentuk junta Thailand pekan lalu menyatakan kepemilikan sahamnya melebih batas yang diizinkan bagi para pejabat kabinet.

''Untuk memikul tanggung jawab, saya melepaskan jabatan menteri dan saya akan mengajukan surat permohonan pengunduran diri pada 1 Oktober,'' kata dia.

Aree tetap mengaku tidak bersalah melakukan pelanggaran.

Aree harus mengajukan permohonan pengunduran dirinya kepada PM Surayud Chulanont, yang sedang berada di New York menghadiri sidang Majelis Umum PBB dan menurut rencana akan pulang ke Thailand 29 September.

Dengan berlinang air mata, Aree kemarin mengutarakan niatnya mengundurkan diri. ''Meskipun transaksi saham itu dilakukan tanpa sepengetahuan dan seizin saya, transaksi itu memang ilegal,'' kata dia. ''Karena itu, saya ingin mundur dari jabatan menteri dalam negeri.''

Menurut pengamat, jabatan menteri dalam negeri bakal menyempurnakan ambisi Sonthi untuk menggenggam kekuasaan politik. Dengan kekuasaan itu, dia akan lebih mudah menghalangi para pendukung Thaksin kembali ke tampuk politik.

''Posisi itu adalah permainan hidup-mati bagi Sonthi. Dia harus tetap memiliki kekuatan politik untuk mencegah kembalinya rezim Thaksin. Jika tidak, dia akan menjadi sasaran balas dendam,'' kata pengamat politik Somjai Phagapasvivat dari Universitas Thammasat Bangkok.(rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA