SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Selasa, 25 September 2007

Setiap bulan Ramadhan tiba ummat Islam merasakannya sebagai bulan yang penuh dengan berkah. Bulan di mana Allah menjanjikan begitu banyak pahala yang tidak dimiliki bulan lain. Malam hari, masjid dan mushola yang biasanya sepi terasa lebih sumringah karena gema tadarus dan pengajian. Kesyahduan dan kekusyukan terasa hadir di mana-mana. Di sisi yang lain, kita juga menyaksikan begitu riuhnya siaran televisi pada saat-saat menemani sahur. ''Kehidupan malam'' kaum muslimin menjadi lebih panjang karena berangkat tidur terlambat dan selesai sahur biasanya diteruskan ke subuh. 

Kolom "Celathu Butet" Minggu lalu mengetengahkan renungan hukum yang memedihkan, "Jika penjara tidak lagi membawa efek kapok, tidak mampu mempermalukan orang, lalu aturan hukum harus dibagaimanakan lagi? Apakah perlu setiap pipi pelaku kriminal yang telah dipenjara ditempel tato permanen dengan sengatan listrik, agar bekas luka itu menjadi penanda yang mempermalukan sepanjang masa?" Butet Kartarejasa prihatin, penjara oleh sementara orang agaknya dijadikan simbol status baru, membuat bangga menjadi selebritis dadakan. Fotonya dimuat koran-koran dan nongol di televisi seraya cengengesan.

Lemahnya semangat kewirausahaan di masyarakat Jawa perlu perhatian besar dari para pejabat pemerintah dan cerdik pandai negeri ini. Harus ada penyadaran secara terus-menerus bahwa aktivitas berdagang sangat mulia

KELANGSUNGAN hutan tropis, termasuk yang ada di Indonesia, akhir-akhir ini mulai dilihat sebagai hal penting bagi negara-negara di berbagai belahan dunia. Kondisi itu tergambar nyata saat konferensi APEC, beberapa waktu lalu. Berbagai kesepakatan dan komitmen lahir terkait upaya penyelamatan hutan.

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) itu dulu dicaci, dimaki dan akhirnya dipuji dan ditakuti. Itulah opini yang berkembang di masyarakat. Itu kesan terhadap kinerja KPK periode pertama yang tahun ini akan berakhir masa tugasnya. Lalu bagaimana dengan para calon anggota KPK hasil seleksi tahun ini yang akan meneruskannya?Apakah lebih baik atau tidak?

Indonesia negeri yang kaya raya mestinya sumber daya alamnya mampu menghidupi, mencukupi seluruh rakyat. Namun ternyata banyak rakyat yang menderita susah, banyak pengangguran dan kemiskinan. Ekspor yang populer dari negeri ini hanya tenaga kerja wanita dengan harga yang lebih rendah dari negara mana pun. Kini ada ajaran demokrasi yaitu model pilihan presiden, gubernur,...

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA