logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 25 September 2007 SALA
Line

Seputar Pedagang Bermobil di Klewer (3-Habis)

Mereka Belum Mampu Sewa Kios

KEINGINAN pedagang bermobil itu tentu saja berjualan di kios. Tetapi apa daya, maksud hati memeluk gunung, tetapi tangan tak sampai. Itulah yang dirasakan para pedagang bermobil, terutama asal Pekalongan yang dikejar - kerjar Tim Penertiban Pedagang Pasar Klewer. Karena belum mampu membeli atau sewa kios, mereka terpaksa berjualan di mobil.

Mereka ini adalah para perajin konveksi termasuk klasifikasi mikro, yang datang ke Klewer hanya membawa 10 kodi atau 15 kodi. Mereka bersama - sama mencarter mobil untuk empat - lima orang. Mereka sangat membutuhkan uang kontan untuk cashflow setiap harinya. Apalagi masa Lebaran seperti sekarang.

Dengan berjualan di atas mobil, uang kontan bisa mereka dapatkan. Sebab jika dipasokkan ke Pasar Klewer, mereka baru akan terima uang beberapa bulan kemudian. ''Padahal saya sangat membutuhkan uang kontan untuk membeli bahan lagi,''kata seorang pedagang bermobil asal Pekalongan.

Ketua Paguyuban Pedagang Pekalongan Pasar Cinderamata Surakarta (P4CS) H Achsin Anwar membenarkan, sebagian besar pedagang pemasok asal Pekalongan ini termasuk perajin mikro. ''Kami memang dikira pedagang besar semua. Padahal, banyak yang kecil. Yang temasuk kecil itu lebih dari 60 persen,''katanya.

Achsin selanjutnya mengatakan, jika pedagang kecil seperti mereka baru dibayar dua - tiga bulan, jelas tak bisa jalan usahanya. Sebenarnya, masalah pokok yang menyebabkan pedagang dalam Pasar Klewer itu protes terhadap pedagang bermobil di area parkir, karena pedagang bermobil menjual barang lebih murah. Karena mereka memproduksi sendiri, jelas dapat menekan harga jual.

''Kalau seperti itu yang terjadi, lama - lama apakah pedagang pemilik kios di Pasar Klewer ini tidak mati,''kata Yati salah seorang pemilik kios di Pasar Klewer. Benarkah pedagang bermobil menjual lebih murah?

''Ya kadang - kadang memang bisa sedikit lebih murah. Satu kodi paling selisihnya Rp 10 ribu. Tetapi kadang bisa lebih mahal dari pedagang di dalam Pasar Klewer,''kata Acshin tanpa menjelaskan kenapa mereka menjual lebih mahal.

Soal murah dan mahal, itu relatif. Itu soal teknis dalam ilmu perdagangan. Siapa yang bisa mengusai ilmu itu sekaligus mempraktekkannya dengan baik, merekalah yang akan menang. Apakah para pedagang asal Pekalongan ini telah menguasai ilmu itu dan telah mempraktikkannya ?

Penulis belum sampai ''menjelajah'' sampai ke sana. Tetapi Ketua Himpunan Pedagang Pasar Cenderamata, Salahuddin menginformasikan, puluhan pedagang asal Pekalongan pemasok barang di Klewer ini telah berhasil membeli rumah dan kios di Solo. Mereka awalnya juga berjualan di mobil.

Hal ini juga dibenarkan H Achsin Anwar. Ia bahkan menyebut, ada beberapa pedagang asal Pekalongan, hasil memasok di Pasar Klewer, kini telah menjadi konglomerat. Hebat..........! (Subakti A Sidik-67)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA