logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 25 September 2007 NASIONAL
Line

Bantalan Beton Bukan Penyebab Anjloknya KA Pasundan


SM/Komper Wardopo MASIH DIPERBAIKI:Lokasi KA Pasundan yang anjlok di timur Stasiun Wonosari, Kebumen, Senin (24/9) masih dalam perbaikan oleh para pekerja.(30)

KEBUMEN- Menyusul anjloknya gerbong Kereta Api (KA) Pasundan di Desa Argopeni, Kecamatan Kebumen, Tim Departemen Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) masih memantau di lokasi kejadian.

Humas PT KAI Daop V Purwokerto Supriyadi menyatakan penyebab anjloknya gerbong secara beruntun di daerah Kebumen itu banyak faktor. Bisa karena sarana atau prasarana. Bisa juga faktor manusia atau alam atau kombinasinya.

Menurut dia, saat ini masalah itu masih dievaluasi dan yang berhak menyimpulkan penyebabnya adalah Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

''Sedang diteliti. Mengapa di jalur lurus aman, namun di jalur melengkung atau berbelok sering anjlok sehingga perlu diwaspadai,'' tandas Supriyadi.

Pihaknya membantah penyebab anjloknya KA itu karena penggantian bantalan rel dari kayu ke beton.

Dari kajian, penggantian itu justru lebih bagus. Perjalanan KA juga makin lentur. Terbukti bantalan rel KA di Jakarta yang jalurnya lurus juga beton, namun sampai saat ini tidak ada kejadian KA anjlok.

Demikian pula Sugeng H, petugas PT KAI Yogyakarta mengatakan kasus anjloknya gerbong nomor dua dari belakang KA Pasundan itu masih diteliti.

Dia mengakui, salah satu penyebab bisa saja bantalan di lokasi kejadian belum sempurna, namun bukan karena bantalan dari beton itu.

Telah Teruji

Bantalan yang merupakan proyek pinjaman Jepang itu secara fisik memang lebih keras dibanding bantalan dari kayu. Namun secara teknologi telah melalui penelitian dan tahapan uji coba secara bertahap.

''Bantalan dari beton ternyata lebih lentur dan perjalanan KA nyaman,'' kata Sugeng didampingi beberapa petugas.

Untuk memastikan penyebab kecelakaan itu, setiap KA yang lewat, kondisi rel dan bantalan beton di timur stasiun kecil Wonosari Kebumen itu terus diamati.

Tim ini melibatkan Konsultan PT KAI, Tim Perbaikan Jalan PT KAI, serta petugas dari Daop V Purwokerto. Bahkan KA yang lewat di Desa Argopeni umumnya berjalan pelan.

Para pekerja juga terus memperbaiki bantalan dan meninggikan rel dengan urugan batu. Radius sekitar 250 meter dari timur Stasiun Wonosari di batas kota Kebumen itu terus disempurnakan. Namun bantalan rel dari beton yang pecah dan ambles belum diganti.

Seperti diberitakan, satu gerbong KA Pasundan dari Kiaracondong Bandung menuju Surabaya, Minggu siang sekitar jam 13.45 anjlok di Desa Argopeni, Kebumen. (B3-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA