| Selasa, 25 September 2007 | MURIA |
Karimunjawa Kekurangan Air Bersih
KARIMUNJAWA - Warga Desa/Kecamatan Karimunjawa sudah sepekan ini kesulitan air bersih. Sebab, sumber air dari kawasan pegunungan desa itu kini menyusut hingga 65%. Ribuan warga kini harus mengantre untuk mendapatkan air bersih dengan menadah air dari pegunungan. Itu pun sulit didapatkan. Demikian dikemukakan Camat Karimunjawa Suharna saat dihubungi, Senin (24/9). "Cadangan air di pegunungan itu diperkirakan tinggal 35%. Untuk mencuci dan mandi, kini warga lebih banyak memanfaatkan air sumur," ujar Suharna. Dia belum bisa menjelaskan secara terperinci penyebab keterbatasan air. Dugaan awalnya hanya pada kemarau. Kesulitan air itu hanya dirasakan warga Desa Karimunjawa dan tidak merembet ke Desa Kemujan dan Parang. "Kemujan dan Parang airnya lancar," ujar dia yang belum genap setengah tahun menjabat Camat Karimunjawa. Dia menyebutkan, penduduk Desa Karimunjawa saat ini lebih kurang 4.600 jiwa. Mereka semua mengandalkan air bersih dari mata air di dataran tinggi kepulauan itu. Penanganan Pada Selasa (25/9) ini, Bappeda Jepara akan membahas persoalan penanganan kesulitan air di Karimunjawa. Kondisi sulit itu kemungkinan besar masih akan dirasakan masyarakat hingga Lebaran, jika hujan belum turun. Sementara itu, Kabid Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara Suherlan Imam S SH menuturkan, sudah hampir tiga pekan ini Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Muria menjalani docking (perbaikan) di Semarang. Transportasi angkutan orang rute Jepara-Karimunjawa untuk sementara menggunakan Kapal Motor Cepat (KMC) Kartini. Kapal ini beroperasi tiga kali dalam sebulan, yaitu pekan pertama, ketiga, dan keempat. Namun jika kondisi darurat, jadwal pelayaran bisa diubah sesuai dengan kebutuhan. Untuk angkutan barang menggunakan kapal nelayan. Ada puluhan yang digunakan penduduk di pulau-pulau berpenghuni, yaitu Nyamuk, Parang, Genting, Kemujan, dan Karimunjawa. "Sejauh ini belum ada kendala untuk transportasi," tandas Suherlan. Terkait dengan kebutuhan bahan pokok menjelang Lebaran, Camat Suharno menyatakan saat ini tercukupi. "Pasokan sembako dan dan transportasi penduduk lancar. Kalaupun ada kenaikan harga masih wajar," imbuhnya. (H15-69) |