| Selasa, 25 September 2007 | SEMARANG |
Ngabuburit di Atas Jembatan PenyeberanganADA berbagai cara yang bisa dilakukan orang sambil menunggu waktu berbuka puasa. Salah satunya ngabuburit di jembatan penyeberangan Jalan Jenderal Sudirman Kota Salatiga. Hampir setiap sore, jembatan yang berada di tengah kota itu menjadi tempat yang ramai didatangi warga untuk menikmati pemandangan. Dari atas jembatan, saat sore hari, terlihat arus lalu lintas mobil dan motor yang lalu lalang di jalan. Terlihat pula merebaknya sejumlah pedagang kaki lima yang sedang mrema di pingging jalan. Lalu, ada sejumlah muda-mudi yang menjajakan kolak atau koktail kepada pengendara atau pejalan kaki, untuk berbuka puasa. Nampak pula ratusan pejalan kaki yang melintas di atas trotoar, depan pertokoan di sepanjang jalan. Berada di jembatan itu seakan melupakan rasa dahaga dan lapar puasa. Terlebih, angin yang bertiup cukup kencang di atas jembatan membuat udara panas terasa dingin. Saat pulang sekolah pun terkadang terlihat sejumlah siswa sengaja berlama-lama di tempat itu bersama teman-temannya. Mereka baru pulang menjelang shalat ashar. Setelah shalat ashar, jembatan tersebut kembali didatangi warga. Wahyono (45), warga Kelurahan Kalicacing, Kecamatan Sidomukti, mengatakan sudah beberapa hari ini dia mengajak dua anaknya ngabuburit di tempat itu. ''Saya sudah melakukan hal semacam ini sejak tiga tahun yang lalu,'' ujarnya. Hati-hati Hal yang sama juga dilakukannya ketika masih remaja. Namun, jembatan penyeberangan yang dulu dicabut sekitar tahun 1994. Kemudian, jembatan baru didirikan tahun 2004 yang sampai sekarang masih ada. ''Kalau sudah berada di atas jembatan terasa lupa jika sedang berpuasa,'' katanya. Namun, karena membawa anak-anak, Wahyono harus ekstrahati-hati. Meski sudah ada pagar pembatas, jika tidak diawasi anak-anak bisa terjatuh. Untuk itu, dia mengaku bersikap keras, terutama jika anaknya berdiri terlalu menjorok ke luar jembatan. ''Saya agak keras mengawasi mereka. Hal itu dapat melatih disiplin agar anak tidak berbuat sembarangan,'' terang pria yang bekerja sebagai PNS ini. (Surya Yuli P-37) |