| Selasa, 25 September 2007 | INTERNASIONAL |
LINTAS JAGAT150 Negara di KTT IklimNEW YORK - Meningkatkan temperatur global yang mencairkan es Arktika dan memperluas samudera telah menarik lebih dari 80 pemimpin dunia ke podium PBB untuk mengadakan pertemuan puncak bersejarah, Senin waktu setempat. KTT itu akan membahas bagaimana menangani perubahan iklim. Mulai Gubernur California Arnold Schwarzenegger, kampiun perundang-undangan penghematan iklim, presiden, dan perdana menteri akan mengikuti pembahasan itu. Bahkan, Amerika Serikat, yang enggan membahasnya, juga ikut hadir. ''California bergerak mendahului Amerika Serikat dalam debat dan bertindak,'' kata Arnold dalam pernyataan yang disiapkan untuk pertemuan puncak pagi ini. Pembicara berikutnya, ketua ilmuwan iklim PBB Rajendra Pachari, mengatakan ''kini terdapat bukti lebih banyak tentang pengaruh manusia terhadap perubahan iklim, dan sekarang saatnya untuk bertindak''. Pertemuan satu hari yang dihadiri 150 negara itu juga dijadwalkan mendengarkan pandangan tokoh-tokoh internasional seperti Kanselir Jerman Angel Merkel dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, dan dari mantan Wapres AS yang juga juru kampanye iklim Al Gore. Sekjen PBB Ban Ki-moon menyelenggarakan KTT itu untuk membangun momentum politik menuju dilangsungkannya negosiasi akhir tahun ini. Negosiasi itu dimaksudkan untuk mengurangi emisi karbon dioksida dan gas lain buatan manusia yang diduga menjadi penyebab pemanasan global.(ap-niek-26) Ledakan di Kosovo, 2 Tewas PRISTINA - Satu ledakan mengguncang beberapa toko di di ibukota provinsi separatis Serbia, Kosovo, kemarin. Akibatnya, dua orang tewas dan 1 lainnya luka-luka. Ledakan itu memecahkan kaca dan melemparkan puing dari selusin toko di Bill Clinton Boulevard di Pristina. Satu bagian bangunan ambruk. ''Dua orang tewas saat ini,'' kata juru bicara polisi Veton Elshani. Menurutnya, sebanyak 11 orang lagi dirawat di rumah sakit. Ledakan yang belum diketahui penyebabnya itu, terjadi saat ketegangan meningkat di kalangan mayoritas 90 persen etnik Albania di Kosovo mengenai macetnya upaya bagi kemerdekaan dari Serbia. Wilayah tersebut telah dikuasai PBB dan dipatroli oleh NATO sejak 1999, ketika bom NATO mengusir tentara Serbia agar menghentikan kekerasan terhadap etnik Albania dalam perang dua tahun antara pasukan Belgrado dan gerilyawan separatis. Para pemimpin Serbia dan Kosovo dijadwalkan mengadakan perundingan langsung mengenai nasib wilayah tersebut pada Jumat mendatang di sisi Sidang Majelis Umum PBB. Pristina telah menjadi tempat beberapa serangan bom kecil, yang jarang merenggut korban jiwa, pada saat ketegangan politik dalam tiga tahun terakhir sementara tekanan etnik Albania bagi diakhirinya status tak pasti mereka bertambah besar. Bentrokan antarkelompok juga biasa terjadi.(ant-26) |