logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 25 September 2007 INTERNASIONAL
Line

Satu Abad Lagi, Amerika Akan Tenggelam

NEW YORK - Dalam waktu sekitar satu abad lagi, sebagian dari daratan Amerika akan tenggelam dan lenyap. Skenario tersebut bukan sebuah rekaan fiksi ilmiah. Pemanasan global akan menyebabkan permukaan laut naik sekitar satu meter akibat melelehnya es di kutub dan meningkatnya suhu air.

Menurut para ilmuwan, hal itu diprediksikan akan tetap terjadi meskipun aksi-aksi untuk menekan emisi gas karbondioksida (gas rumah kaca) dilakukan di masa mendatang.

Permukaan air laut akan naik melampaui lantai dasar Wall Street dan menara Silicon Valley. Air laut akan menyapu dan menenggelamkan berbagai lokasi di kota-kota besar seperti misalnya jalan raya dan bandara.

Badai akan meningkat dan diperburuk dengan naiknya permukaan air laut. Kediaman para pemimpin, seperti misalnya Kennebunkport milik keluarga George W Bush dan kediaman John Edward di Outer Banks akan musnah. Bahkan, kawasan pantai Texas dan Florida juga akan tenggelam.

Peta prediksi tenggelamnya Amerika tersebut disusun oleh tim ilmuwan dari University of Arizona berdasarkan data dari US Geological Survey.

Prediksi tersebut diakui kebenarannya oleh sebagian besar ilmuwan, kendati ada sebagian kecil yang tidak sependapat dengan ramalan itu. Sebagian ilmuwan yakin hal itu akan terjadi 50 tahun lagi, sedangkan sebagian yakin bakal terjadi antara 100 sampai 150 tahun lagi.

''Naiknya permukaan air laut adalah hal yang paling mengusik perhatian saya sebagai ilmuwan,'' kata Benjamin Santer, fisikawan pada Lawrence Livermore National Laboratory di California.

''Air laut akan naik satu meter, dan kita tidak bisa berbuat apa-apa,'' kata klimatolog dari University of Victoria Andrew Weaver, ketua tim penulis laporan Intergovernmental Panel on Climate Change. ''Hal itu pasti akan terjadi. Pertanyaannya hanya, kapan itu akan terjadi,''

Bencana Lebih Besar

Menurut Donald Boesch, ilmuwan dari University of Maryland, naiknya permukaan air laut akan berdampak pada kehidupan umat manusia. ''Jika hal itu terjadi, kita akan masuk dalam perdebatan besar mengenai apa yang harus kita lindungi dari bencana itu.''

Pada Sidang Umum PBB pekan ini, para pemimpin dunia akan berbicara tentang upaya memerangi pemanasan global.

Pada akhir pekan, para pemimpin akan bertemu di Washington untuk mempertajam pembahasan.

Menurut para pakar, upaya penyelamatan kawasan pantai dari naiknya permukaan air laut bakal menelan dana miliaran dolar dan itupun, tidak semua tempat bisa diselamatkan.

Problem yang muncul bukan hanya terbatas pada naiknya permukaan air laut. Fenomena itu akan diikuti dengan bencana yang lebih besar seperti meningkatnya badai, topan musim dingin dan topan di kawasan pantai. Boesch mengatakan, hal itu berarti akan makin sering terjadi bencana banjir.

Persoalan lain, perubahan itu akan berlangsung dalam proses bertahap sedikit demi sedikit. Sedemikian lambatnya proses itu sehingga umat manusia tidak akan menyadari bahwa kenaikan permukaan air laut sedang terjadi.(ap-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA