logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 25 September 2007 BANYUMAS
Line

JALUR SELATAN

Glonggongan Diantisipasi

MAJENANG-Mengantisipasi daging glonggongan masuk wilayah Majenang dan sekitarnya, Cabang Dinas Pertanian dan Peternakan Majenang terus memantau pasar. "Selama ini kami belum pernah menemukan sapi glonggongan dari peternak lokal," kata Rasko F, kepala cabang dinas, kemarin.

Menurut dia, sistem glonggongan (diberi air dalam jumlah banyak agar bobotnya bertambah-Red) tidak hanya berakibat pada penurunan kualitas daging, tetapi juga berdampak buruk pada sapi.

"Sapi yang digelonggong rata-rata hanya mampu bertahan selama dua minggu," tuturnya.

Itu terjadi karena ternak tersebut diberi air secara paksa. Penampilannya memang tampak lebih gemuk, tetapi keadaan fisiknya menurun.

"Perlakuan itu bertentangan pula dengan nilai-nilai masyarakat veteriner, yakni tidak berperikehewanan," tandasnya.

Daging yang dihasilkan kebiru-biruan karena waktu dipotong darahnya membeku dan tertahan oleh air. (J11-75,27)

Masyarakat Keluhkan Parkir

PURBALINGGA- Kalangan DPRD menyoroti masalah perparkiran yang mendapat banyak keluhan dari masyarakat. Bahkan Fraksi Persatuan Demokrasi Keadilan (FPDK) menilai Purbalingga sekarang seakan telah berubah menjadi sebuah kota parkir.

''Karena tukang parkir, tarif parkir, tempat parkir ada di mana-mana. Mingser sedikit saja peluit tukang parkir berbunyi. Lalu kita bayar meski jaraknya hanya beberapa meter,'' kata juru bicara fraksi Ahmad Ridlo dalam rapat paripurna DPRD, Senin (24/9).

Tentunya hal tersebut, lanjutnya, menjadi pembicaraan masyarakat, bahkan telah menghiasi kolom SMS di koran lokal dan regional. Atas suara masyarakat itu, FPDK berharap ada solusi dan jawaban pasti kepada masyarakat biar pendapatan tukang parkir dan pemerintah membawa berkah dan rahmah.(F10-29)

Dua Warga Dipantau

BANJARNEGARA-Pascaserangan flu burung di Desa Sijenggung, Kecamatan Banjarmangu, dua warga terus dipantau kesehatannya oleh Dinas Kesehatan.

Dua orang tersebut menderita sakit pernapasan setelah kontak langsung dengan ayam yang mati di sekitar rumahnya, akhir pekan lalu.

''Pemantauan paling kurang hingga sepuluh hari ke depan. Hasil deteksi sementara diduga mereka menderita penyakit infeksi saluran pernapasan atas biasa,'' kata Kusnari, Kabid Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan pada Dinas Kesehatan, kemarin.

Dia mengemukakan dua warga tersebut adalah Ny Martono dan Ny Taryono. Ny Martono membuang bangkai ayam yang mati, sedangkan Ny Taryono memasak.

Ny Taryono memasak ayam tersebut pada Senin 3 September lalu dan Ny Martono kontak langsung dengan ayam mati pada Jumat 21 September.(H25-27)

Judi Qiu-qiu Digerebek

PURWOKERTO-Arena judi qiu-qiu yang digelar di rumah Sutikno (46) warga Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Banyumas digerebek anggota Reskrim Polwil Banyumas.

Selain menangkap pemilik rumah, dalam penggerebekan Sabtu (22/9) sekitar pukul 23.00 itu, polisi juga menangkap enam pejudi.

Mereka adalah A Sutarno (35) warga Kedungmalang, Kecamatan Sumbang, Agus Triyanti (43) asal Tambaksari, Kecamatan Kembaran, Kusyono (25) asal Karanggintung, Sumbang, Darwan (31) warga Desa Kedungmalang, Rustam (48) asal Desa Pandak, Kecamatan Baturraden dan Karyono (32) warga Desa Karanggintung.

Kapolwil Banyumas, Kombes Emron Putra Agung didampingi Kepala Subbagian Reskrim, Kompol Irwanto kemarin menjelaskan, enam orang yang terbukti main judi ditahan.(G23-55)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA