| Sabtu, 22 September 2007 | SEMARANG |
Pembeli Diminta Selektif Pilih Daging Sapi
SALATIGA- Sejumlah pedagang daging sapi di Pasaraya I Salatiga meminta konsumen lebih selektif memilih daging sapi yang hendak dikonsumsi. Sebab, para pedagang mengindikasikan, masih ditemukan daging glongonggan yang sengaja dijual oleh pedagang yang tidak bertanggungjawab. Namun mereka tidak berani menyebut siapa penjual dan pemasok daging glonggongan tersebut, karena mereka tidak ingin menjatuhkan usaha rekannya sendiri. Indikasi adanya daging glonggongan itu, diketahui berdasarkan ciri-cirinya yang tidak lazim seperti daging segar umumnya. ''Semua pedagang daging mengetahui, mana daging segar dan sehat, serta mana daging yang tidak sehat. Terlebih lagi daging glonggongan diketahui ciri-cirinya yang khas,'' kata pedagang yang minta namanya tidak ditulis. Menurutnya, daging glonggongan bukan berasal dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Salatiga melainkan dari Boyolali. Daging dijual terlebih dahulu di Pasar Pagi. Bila tidak habis, akan dijual kembali di los daging Pasaraya I lantai 2. Paling tidak dalam sehari terdapat sekitar satu kuintal atau 100 kg daging glonggongan yang dijual. Berat tersebut sama dengan berat seekor sapi. Diperkirakan daging glongonggan bakal semakin marak dijual menjelang Lebaran. Gantinah, Ketua Paguyuban Pedagang Daging Pasaraya I ketika dihubungi, tidak ingin mengomentari masalah daging glonggongan tersebut, karena berjualan daging merupakan kesadaran para pedagang sendiri. Namun dia mengingatkan, agar konsumen dapat lebih selektif memilih daging yang sehat dan layak konsumsi. ''Kami hanya mengingatkan kepada konsumen agar membeli daging yang sehat dan baik dikonsumsi,'' ujarnya. Mudah Dikenali Sementara itu, Kepala RPH Salatiga Supriyanto mengemukakan, daging glonggongan merupakan daging tidak sehat dan memiliki ciri-ciri yang mudah dikenali. Untuk mengetahuinya, konsumen bisa melakukan pengamatan fisik dan memastikan daging yang dijual sehat atau tidak. Harga daging sehat relatif normal, sedangkan daging glonggongan murah. Daging glonggongan berasal dari ternak yang sebelum dipotong, dipaksa meminum air sebanyak-banyaknya. Akibatnya berat badan sapi bisa naik lebih dari 20%. Adapun ciri umum daging glonggongan, terlihat tidak segar atau berwarna pucat dan berlendir, dan mengeluarkan air yang lengket. Kemudian daging yang dijual pedagang, tidak digantung sebagaimana layaknya daging segar, karena airnya akan menetes. (H2-16) |