logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 21 September 2007 PANTURA
Line

Wahyudin, Perajin Ornamen Teralis

Gadaikan Sarung untuk Modal

SATU tahun bekerja sebagai tukang las pada seorang majikan, memunculkan keberanian Wahyudin (32) untuk membuka sendiri usaha kerajinan ornamen teralis besi di desanya. Namun apa daya, modalnya yang pas-pasan menjadi hambatan untuk berkembang.

Lelaki tiga anak warga Desa Kalimati, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal itu memanfaatkan ruang depan dan tengah rumahnya untuk bengkel pembuatan ornamen. Rumah yang mungil dengan dinding separo tembok, separo geribik bambu.

''Tempatnya sempit Pak. Maaf rumah orang tak punya,'' sapa Darningsih (29), istri Wahyudin. Sementara Rokhanan (55), ibu Wahyudin melihat ada tamu datang, buru-buru mengambil kursi plastik warna merah sambil menyilakan duduk.

Dalam kesulitan permodalan, tanpa disangka Wahyudin memperoleh rezeki berupa hadiah sepeda motor Honda Fit S dari undian yang diselenggarakan Kantor Pegadaian Cabang Adiwerna.

Hadiah itu diperoleh karena dia adalah nasabah pegadaian. Delapan bulan lalu, dia menggadaikan sarung samarinda seharga Rp 40.000, kemudian sepeda kayuh seharga Rp 180.000.

Berbekal uang Rp 220.000, dibelilah karbit dan oksigen untuk kebutuhan las. Saat itu dia sedang mengerjakan pesanan ornamen berbentuk anggur untuk teralis besi. Karena tidak ada lagi yang dapat dijual, dia kemudian memutuskan untuk menggadaikan barang. Tentang hadiahnya itu, Wahyudin akan mempergunakan untuk Lebaran dulu dengan keluarga.

Akan Dijual

''Mungkin kalau ada pesanan ornamen dalam jumlah besar, motor hadiah ini akan saya jual. Saya memang orang kecil, yang menggantungkan makan dari usaha ini,'' tuturnya.

Ornamen anggur yang dikerjakan menggunakan alat pon. Alat tersebut berfungsi untuk membentuk lempengan pelat menjadi bulatan anggur. Setelah itu baru ditempelkan pada kawat besi dengan las karbit. Kalau sudah jadi bentuknya persis anggur, apalagi diberi warna cat merah tua atau hijau.

Untuk pekerjaan pembuatan ornamen, di rumahnya yang berukuran lebar tujuh meter, dan panjang 10 meter, Wahyudin kini dibantu seorang pekerja bernama Yusuf (25), yang bertugas khusus di las batang anggur. Wahyudin mengerjakan alat pon. Satu hari, dia bisa menyelesaikan 200 biji anggur, atau 13 gerombol anggur. Satu gerombol berisi 15 biji.

''Satu gerombol dijual Rp 2.500. Sedangkan bahan baku pelat 1 kg seharga Rp 4.500, kalau diolah menjadi uang Rp 20.000. Tapi saya harus keluar biaya beli karbit, oksigen, dan sebagainya,'' paparnya.(Wahidin Soedja-52)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA