| Jumat, 21 September 2007 | KEDU & DIY |
Pengusaha Bunga Krisan Jangan seperti MerconSLEMAN - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman Hj Tati Ibnu Subiyanto meminta warganya meningkatkan upaya budi daya bunga krisan. Selain prospek pasarnya masih terbuka baik, sampai sejauh ini permintaan dan suplai bunga tersebut belum bisa memenuhi kebutuhan. Tapi, menurut dia, setelah menjadi pengusaha semangat peserta jangan seperti mercon sos dor. Hal itu dikatakannya ketika berdialog dengan peserta pelatihan budi daya bunga krisan di Dusun Wonokerso, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, baru-baru ini. ''Begitu terbakar langsung mak nyos. Tapi setelah meletus dor, semangatnya habis,'' ujarnya. Apalagi kualitas bunga krisan dari Pakem lebih baik dibanding dari daerah lain. Oleh sebab itu pengusaha setempat diminta tetap mempertahankan kualitas tersebut. Karena pada akhirnya juga akan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dia meminta Dinas Pendidikan untuk selalu mendukung pelatihan semacam itu. Sementara itu, Camat Pakem Drs Budiharjo dalam sambutannya antara lain mengungkapkan, program pemberdayaan perempuan ini tahun depan akan lebih ditingkatkan dan diakomodasi. Hal ini dimaksudkan agar keberadaan perempuan akan lebih kelihatan. Sebab pada dasarnya kaum perempuan punya andil besar terhadap keluarga. Kegiatan pelatihan selama tiga bulan tersebut merupakan kerja sama TP PKK Sleman dengan Kelompok Tani Udi Makmur Dusun Wonokerso, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem. Narasumber didatangkan dari Dinas Pendidikan, dosen genetika Fakultas Biologi UGM Drs Bambang Edy Baskoro dan Dr Budi Setyadi Daryono MAgr Sc serta staf BPPT DIY Tri Martini SP Ms. (P58-70) |