| Jumat, 21 September 2007 | KEDU & DIY |
Korem 072 Uji Coba Pupuk Nutrisi SaputraSLEMAN - Sejumlah lahan pertanian milik Korem 072/Pamungkas Yogyakarta akan ditanami benih padi IR-64 dengan pupuk organik Nutrisi Saputra. Pada waktunya kelak jika memungkinkan seluruh lahan pertanian milik TNI-AD akan menggunakan benih dan pupuk yang sama. Karena produksinya lebih banyak, upaya itu akan mulai dikembangkan di 10 wilayah Kodim se-Korem Pamungkas. Hal tersebut dikatakan Danrem 072/Pamungkas Kol Inf Setyo Sularso kepada wartawan setelah mengawali panen padi jenis itu di Dusun Cokrowijayan, Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Sleman, kemarin (20/9). ''Dengan cara demikian mudah-mudahan kelak semua kebutuhan beras kita bisa tercukupi melalui program ini,'' ujar Danrem didampingi Asisten Teritorial (Aster) Kodam IV/Diponegoro Kol Inf Adi Wijaya. Menurut Setyo, dari data dan fakta di lapangan diketahui berkat penggunaan pupuk Nutrisi Saputra telah menunjukkan peningkatan berbagai hasil pertanian. Baik itu padi, kacang panjang maupun sayuran dan buah-buah lainnya. "Oleh sebab itu jika memungkinkan kebutuhan beras setahun kita cukupi dari sekali panen," katanya. Penurunan Produksi Apalagi, lanjutnya, sekarang ini terdapat tren penurunan produksi tanaman pangan dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, tidak berlebihan jika Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Provinsi DIY Ir Budi Martono MSc menyatakan terima kasihnya kepada jajaran Korem 072/Pamungkas yang telah mengawali dimulainya uji coba di atas lahan 4.844 meter persegi tersebut. Melalui kegiatan tersebut, kata petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kecamatan Gamping Suratal dimaksudkan sebagai kontribusi pengelolaan atau budi daya tanaman padi secara terpadu di wilayah sekitar khususnya. Lebih dari itu sebagai upaya ikut berperan serta dalam Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN). Sementara itu, dari data yang berhasil dikumpulkan Suratal diketahui bahwa pupuk Nutrisi Saputra dapat memberikan kontribusi lebih tinggi dibanding jika menggunakan pupuk organik biasa ataupun dengan penggarapan tradisional. Dengan 22,31% pupuk organik Gajah Mas memberikan kontribusi 30,3% gabah kering panen (GKP) dibanding memakai pupuk organik dan cara pertanian tradisional. (P58-70) |