| Jumat, 21 September 2007 | BUDAYA |
Saatnya, Mangga Pisang JambuLUKISAN karya Abhirama Avatar Ertasyach berjudul ''Gajah & Singa''. Dengan latar belakang pegunungan dan hutan, judul itu terasa mudah dipahami. Sebab, yang menonjol dalam komposisi objek ''benar-benar'' gajah dan singa. Dalam Pameran 14 Tahun Sanggar Lukis Warung Seni Solo, 19-24 September, penonton tak perlu mengerutkan dahi untuk mengapresiasi lukisan. ''Coretan anak-anak yang masih lugu dan lucu terkadang malah membawa kita ke alam tawa,'' kata Luluk Soemitro, Kepala Sanggar Warung Seni Solo. Memang ada lukisan karya orang dewasa. Namun cuma sebagian kecil. Sebagian besar justru karya anak-anak. Ya, anak-anak yang rata-rata masih duduk di bangku sekolah dasar itu adalah siswa sanggar lukis tersebut. Dalam batas usia anak-anak, mereka memang masih pada tataran mangga pisang jambu. Tema, bagi anak-anak, adalah apa yang mereka lihat dan rasakan. Belum sampai mereka kembangkan menjadi penjelahan alam pikir . Ya, seperti dalam lukisan Abhirama, betapapun gajah harus tetap lebih besar daripada singa. Begitu pula karya teman-temannya. Pemilihan warna pun tetap seperti apa yang mereka lihat. Ya, ya, inilah saatnya bagi lukisan mangga pisang jambu. (Wisnu Kisawa-53) |