logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 21 September 2007 BANYUMAS
Line

JALUR SELATAN

Warga Kesulitan Air Bersih

BANJARNEGARA-Warga sejumlah dusun di Desa Karanganyar, Kecamatan Purwonegoro, kesulitan untuk mendapatkan air bersih untuk keperluan konsumsi. Adapun untuk keperluan mandi dan mencuci baju atau alat-alat rumah tangga, mereka masih bisa mengandalkan air Sungai Sapi.

''Untuk makan dan minum kami mengandalkan dari mata air di sungai-sungai kecil seperti Sungai Poh. Adapun untuk mandi dan cuci cukup air dari Sungai Sapi. Beruntung sekarang tak ada limbah dari pabrik tapioka karena sementara ini berhenti giling sehingga air sungai masih bisa dipakai,'' kata Rubung, Kaur Kesra desa setempat.

Sebenarnya, kata dia, warga membutuhkan sarana air bersih (SAB) untuk menyalurkan air dari mata air hingga rumah penduduk. Hanya saja kendalanya, mata air yang tersisa sudah sedikit sekali dan airnya tak cukup jika disalurkan ke seluruh warga.

''Dusun atas sudah mendapat SAB, tetapi tetap saja belum semua warga kebagian'' katanya.(H25-29)

PDAM T ingkatkan Produksi

MAJENANG- Untuk menjaga kestabilan suplai air kepada pelanggan, PDAM Cabang Majenang akan meningkatkan debit air yang diambil dari mata air Pamijahan, Desa Cileumuh, Kecamatan Cimanggu. Proyek ini rencananya akan dilaksanakan pada akhir September mendatang.

Mata air tersebut sebelumnya hanya mampu memasok sebanyak 10 liter per detik, nantinya akan dinaikkan menjadi 15 liter per detik. "Penambahan debit air ini dimaksudkan untuk mengantisipasi musim kemarau pada tahun depan," kata Kepala Cabang PDAM Majenang, Agung Yulianto, kemarin.

Penambahan debit air ini dilakukan dengan cara membangun alat penambah debit melalui sistem Bronkapteri. Sistem ini diterapkan dengan membuat penampung air di lokasi mata air untuk kemudian disalurkan dan diolah di reservoir.

Dari penampungan ini, PDAM akan mengambil air bersih dengan debit yang telah ditingkatkan. (J11-75)

Petani Terancam Paceklik

CILACAP - Petani Cilacap diperkirakan bakal mengalami musim paceklik. Hal itu dikarenakan sekitar 2.000 ha sawah tadah hujan, terutama di Cilacap Barat, mengalami puso.

''Bila kemarau berlangsung hingga dua bulan lagi, ada keyakinan petani akan mengalami paceklik panjang,'' kata Parsiyan, Sekretaris Himpunan Kerukunan Tani (HKTI) Kabupaten Cilacap, kemarin.

Dia mengatakan, saat ini stok pangan yang ada di tangan petani terus dikonsumsi untuk kebutuhan pangan sehari-hari. Jika sawah mereka mengalami puso, maka tidak akan ada stok pangan baru untuk menggantikan stok yang habis dikonsumsi itu.

Dikatakan, total lahan pertanian di Cilacap ada 63.000 hektar. Dari luas total ini yang teraliri air irigasi hanya 23.000 ha. Apabila kemarau terus berlangsung, sebagian besar lahan pertanian tersebut tidak akan bisa ditanami.(G21-75)

Permintaan Air 944 Tangki

PURBALINGGA-Permintaan air bersih kepada PDAM telah mencapai 944 tangki. Permintaan ini datang dari berbagai kecamatan yang sudah menjadi langganan kekeringan, seperti Kejobong, Pengadegan, Kemangkon, dan Kaligondang.

Direktur Utama PDAM, Hardi Wibowo mengatakan, hingga saat ini instansinya telah memasok air bersih pada 69 desa di13 kecamatan. Jumlah air bersih yang dikirim ini, lanjut dia, telah melebihi dari target yang telah ditentukan provinsi. Target dari provinsi 908 tangki, sementara realisasinya telah mencapai 944 tangki.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah ini masih lebih sedikit, sebab tahun lalu mengirim sekitar 2.200 mobil tangki.

Selain menggunakan mobil tangki yang berkapasitas 4.000-5.000 liter, pengedropan juga menggunakan mobil pemadam kebakaran dan Dinas Pekerjaan Umum yang berkapasitas lebih dari 5.000 liter.(wan-29)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA