| Kamis, 20 September 2007 | SALA |
''Ya, Kuatnya Beli Pakaian Rombeng, Pak''MENYAMBUT Lebaran, meskipun masih jauh, di Solo, sudah mulai banyak orang tua belanja pakaian untuk anak-anaknya. Yang berduit, mereka berduyun - duyun ke mal. Namun yang berkantung sangat tipis, membeli pakaian bekas di depan Gapura Alun - alun Kidul Kraton Surakarta. Juga di sepanjang Jalan S Parman, Gilingan, dan beberapa tempat di Kawasan Nusukan. Di depan Alun-alun Kidul dan sepanjang Jl S Parman, meskipun pembeli belum begitu banyak, tetapi penjualnya sudah memenuhi pinggir jalan. ''Sebelum puasa, yang jualan di sini, hanya lima - enam orang, sekarang lebih dari 20 orang,'' ujar Bu Sati, salah seorang penjual pakaian bekas di pinggir Jalan S Parman. Lokasi ini memang strategis, pembeli tanpa turun dari kendaraan, bisa bertransaksi, karena kiosnya mepet badan jalan. Demikian pula yang di depan Alun-alun Kidul. Lokasi di depan Gapura Kraton ini bahkan lebih nyaman karena rindang, di bawah pepohonan. Yatmi, seorang penjual pakaian bekas di Jl S Parman mengatakan, barang -barang yang dijual itu diterima dari penduduk kampung sekitar. Biasanya mereka menjual dalam jumlah banyak, berikut tas tempat barang itu. ''Membelinya secara borongan, sehingga harganya murah, sehingga saya jual dengan harga murah pula,'' kata dia. Untuk sepotong baju anak yang masih agak lumayan baik, dijual rata-rata Rp 5.000. Sedangkan untuk pakaian dewasa antara Rp 10.000 - Rp 15.000. Jika celana jin, harganya sekitar Rp 25.000. Ternyata pembeli barang bekas di tempat ini bukan hanya pemakai langsung. Namun juga para bakul yang dijual kembali. Para bakul itu datang dari Gemolong, Sumberlawang, Purwodadi, Blora. Sekali beli, para bakul itu bisa mencapai 20 potong atau 30 potong. ''Menjelang lebaran ini yang banyak dicari, pakaian anak - anak,''kata Yatmi. Seorang pembeli dari Sumberlawang, Sragen, Aminah, yang kemarin membeli 10 potong mengatakan, ia telah lama berlangganan pakaian bekas di Jl S Parman. Menurut dia, di tempat itu harga barang murah. Berapa uang yang dikeluarkan untuk 10 potong pakaian itu? ''Hanya Rp 30.000. Lumayan masih bagus, bisa untuk lebaran. Yah kuatnya beli pakaian rombeng Pak,'' katanya. Jumlah Rp 30.000 itu untuk lima pakaian anak senilai Rp 25.000. Sedangkan lima potong untuk suaminya harganya hanya Rp 5.000. ''Ya satu (potong) ini memang hanya Rp 1.000,'' katanya sambil menunjukkan baju pria kotak-kotak yang warnanya sudah memudar. (Subakti A Sidik-42) |