| Kamis, 20 September 2007 | SALA |
Pemilik Kios Pasar Klewer Resah
SOLO- Pedagang di Pasar Klewer Solo, banyak yang resah. Hal itu disebabkan makin banyaknya pedagang konfeksi yang berjualan di atas mobil. Mereka beroperasi di tempat - tempat parkir. Yang paling banyak, berada di tempat parkir Pasar Cendera Mata. Beberapa hari terakhir, mereka juga banyak berjualan di belakang Pos Satpam depan Pasar dan lokasi parkir belakang pasar. Memang banyak yang sembunyi - sembunyi, tetapi beberapa di antara mereka bahkan menggelar dagangannya secara terang - terangan di tempat peristirahatan para sopir yang sengaja dibangun di lahan parkir. Akibatnya, menjelang lebaran yang ditunggu - tunggu, rezekinya banyak dinikmati pedagang bermobil. Ketua Himpunan Pedagang Pasar Klewer, H Abdul Kadir menilai Pemkot tidak tegas dalam mengatasi masalah pedagang bermobil. ''Karena itu jumlahnya makin lama semakin banyak. Harus ada ketegasan agar mereka jera,'' katanya. Dia mengatakan, dengan berjualan dalam mobil di lahan parkir, mereka mencegat orang yang mau masuk pasar. ''Apalagi harganya lebih miring, sehingga orang yang mau belanja di pasar, memilih beli pada pedagang bermobil,'' katanya. Ia meminta Pemkot melakukan langkah tegas seperti yang dilakukan Pemkot Yogya. ''Di Pasar Beringharjo, Yogya, barang milik pedagang bermobil yang nekat disita, sehingga mereka jera,''katanya. Kadir membenarkan Pemkot telah beberapa kali melakukan razia terhadap pedagang bermobil, tetapi usai operasi, mereka kembali lagi. ''Begitulah ketika dioperasi, pedagang bermobil tak berjualan, tetapi kalau tak ada operasi, mereka berjualan kembali,'' katanya. Seorang pemilik kios Pasar Klewer, Yusuf Sriyanto menambahkan, sejak maraknya pedagang bermobil, pendapatan pedagang dalam pasar merosot drastis. ''Kita tak terlindungi. Yang di dalam pasar ini ibarat pohon rindang, hanya banyak daunnya, tetapi tak ada buahnya. Sebab, sudah terpotong oleh pedagang bermobil,''katanya. Rinto pedagang lainnya mengkhawatirkan, kalau Pemkot tak dapat menyeleseikan masalah ini akan habis kesabaran pedagang dalam pasar. ''Kalau sampai hal itu terjadi, akibatnya bisa sangat fatal,'' katanya. Pedagang bermobil itu datang dari berbagai daerah seperti, Pekalongan, Kudus, Jepara, Weleri dan Tasikmalaya. Menurut sebuah sumber, selama Ramadan ini razia terhadap pedagang bermobil akan lebih sering dilakukan. Operasi dilakukan secara gabungan dari unsur Pemkot, Polri, HPPK dan DLLAJ. Kepala Dinas Pengelola Pasar (DPP), Satriyo Teguh Subroto mengatakan, razia yang dilakukan Tim Penertiban Pedagang Bermobil masih sebatas peringatan. Jika mereka nanti tetap bandel, pihaknya akan dilakukan penyitaan barang. (bt-42) |