| Kamis, 20 September 2007 | PANTURA |
Korban Perampokan di Hutan PinusJalan Kaki agar Irit OngkosNIAT berjalan kaki menyusuri jalan sekitar hutan untuk mengirit ongkos, ternyata mendatangkan nahas bagi Raswin, warga Dukuh Sidomas, Kelurahan Winduaji, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan. Pedagang cengkih itu malah kehilangan uang Rp 4.200.000 dan luka-luka akibat dianiaya dua perampok. Menurut pengakuan Raswin, akibat pukulan dan tendangan pelaku, dia sampai tak sadarkan diri. Kejadian itu dialami ayah lima anak tersebut di hutan pinus Desa Sikukurambut, Kecamatan Paninggaran, Senin (17/9) sekitar pukul 09.00. Hingga Rabu (19/9) pagi, saat dijenguk di rumahnya, korban masih tergolek lemas di tempat tidurnya. Dia mengaku tidak bisa tidur karena tendangan dua pelaku yang tak dikenalinya itu, masih terasa membekas di tubuhnya. Raswin menuturkan, sesudah kehilangan uang yang rencananya digunakan untuk membeli cengkih milik H Dholi (50) di Dukuh Bumirasa, Desa Tenogo, Paninggaran, dia terpaksa meminta belas kasihan pada H Dahoni (55), sang juragan yang memberinya pinjaman uang tersebut. "Saya sudah minta keringanan agar bisa mengembalikan utang itu dengan mengangsur," ujar dia. Namun dia mengatakan, tidak tahu kapan bisa mulai mengembalikan utang itu. Tujuh Kilometer Berjalan kaki menuju lokasi perkebunan cengkih cukup sering dilakukan Raswin untuk menghemat biaya transportasi. Berangkat dari rumahnya, dia harus menuruni jalan terjal menuju pangkalan ojek yang mengantarnya ke Pasar Paninggaran. Kemudian, dia menumpang angkutan pedesaan dari pasar menuju Bumirasa. "Setidaknya biaya transportasi pulang-pergi Rp 10.000," ujar dia. Pada saat tak punya uang atau karena tidak ada kendaraan, dia terpaksa berjalan kaki. Perjalanan terjauh yang pernah ditempuhnya sekitar tujuh kilometer. Raswin mengutarakan, berdagang cengkih bukan merupakan mata pencaharian utamanya. Sebab, panen cengkih hanya setahun sekali. Mata pencaharian utama laki-laki berperawakan kurus itu adalah menjadi buruh tani dan pedagang kayu. "Namanya orang tidak punya, apa-apa dilakoni. Kebetulan, ada yang percaya sama suami saya dan meminjaminya modal," imbuh Riayah (45), sang istri. (S Kholidah-65) |