| Kamis, 20 September 2007 | WACANA |
Surat PembacaGogon dan NarkobaNama Gogon seolah menyiratkan plesetan: GOdaan-GOdaan Narkoba. Dengan wajah kuyu plus menangis sesenggukan Gogon meminta maaf pada penggemar atas ulahnya mengonsumsi narkoba sebenarnya. Bukan narkoba yang berarti nasi rames kopi bakwan. Sejumlah komedian yang telah menikmati lembabnya bui karena kasus ini di antaranya Polo dan Doyok. Komedian yang namanya mirip permen semriwing ini sudah dua kali terperosok narkoba. Sampai tripel menderita karena diceraikan istrinya. Sedang Doyok beroleh bahagia karena mempersunting wanita muda setelah istrinya meninggal. Tudingan anggota grup Srimulat mayoritas terlibat narkoba tidak bisa dibenarkan. Sebab Tarzan malah menang lomba perahu naga karena rutin mengonsumsi minuman berenergi. Sedang Timbul bertubuh bugar karena selalu minum jamu dengan bergumam: Ueeenak tenan... Si yunior Tukul kuat mengangkat pedhet anak sapi. Selain pelawak, personil Slank pernah terlibat narkoba. Tapi syukurlah dengan sentuhan tangan dan hati Bunda Iffet sekarang terbebas dari masalah besar itu. Malah kini beroleh bahagia sebab dipakai iklan mie instan dan minuman kopi. Peredaran narkoba diawali dengan pemberian gratis. Setelah itu si korban bakal kecanduan yang berakibat menghabiskan finansial. Gerakan Anti-Narkoba yang biasa disebut Granat dan BNN sebenarnya telah banyak mengadakan penyuluhan namun korban masih berjatuhan juga. Mungkin salah satu sebabnya karena penjualan narkoba menuai banyak untung. Lalu bagaimana mencegahnya, diawali dengan jangan coba-coba dan diakhiri juga dengan jangan coba-coba. Mungkin Gogon lupa pada waktu itu. Gelegar tawa yang selama ini dia buat sudah tidak lagi menggema bagi penikmatnya sebab leluconnya tersimpan rapi dalam bui.... Agus Eko Santoso SE Pondok R Patah Blok Kl/21, Demak Tentang FOSGTT Saya guru TK di Kecamatan Bumiayu Brebes menunggu, melihat dan menyaksikan sepak terjang FOSGTT (Forum Organisasi Seluruh Guru Tidak Tetap) di daerah ini yang umumnya memprihatinkan. Mereka mengintimidasi bagi guru yang tidak mau membayar iuran Rp 10.000 pada awal tahun 2007, tidak diurusi JPS kompensasi tunjangan fungsional dari APBD I. Belum jelas pertanggungjawaban Rp 10.000 dan kompensasi APBD belum juga turun telah beredar berita tentang penerimaan tunjangan APBD I melalui rekening BRI Simpedes. Kemudian organisasi ini melakukan penarikan Rp 20.000 lagi untuk pengurusan terhadap apa yang sampai hari ini belum ada realisasinya Kemudian para guru TK dan lainnya juga harus bayar Rp 100.000 dan Rp 20.000 yang katanya untuk dana perjuangan organisasi. Hampir semua guru TK atau SD terpaksa utang kanan-kiri dan tetangga untuk menutup dana Rp 120.000 yang harus diadakan per 14-16 Agustus 2007. Ironis sekali cara kerja mereka. Ingat, para guru TK dan SD Brebes yang tercantum dalam perubahan APBD II pada 26 Desember 2007 menerima dana Kesra dari Pemkab sebesar Rp 450.000 tanpa potongan sepeser pun. Kini dengan hadirnya FOSGTT, bukannya makin sejahtera namun guru justru makin sengsara. Kepada birokrat di Brebes, saya percaya Bapak/Ibu bekerja dengan arahan kerja kolektif dinas bukan rente kepengurusan yang menyebabkan guru terombang-ambing dalam kebingungan Semoga suara saya ini bisa didengar dan dana yang ditunggu-tunggu oleh para ibu selama lebih dari 7 bulan ini segera cair dan menjadi bekal menghadapi bulan suci Ramadan yang penuh berkah. Rukhamah Kalierang RT 5/RW 1, Bumiayu *** Isi Pulsa di Indomaret Beberapa waktu lalu saat belanja di Indomaret Ngesrep Banyumanik Semarang, saya membaca promo "isi pulsa unik". Saya isi ulang untuk kartu As istri sebesar Rp 25 ribu dan kartu As saya Rp 5 ribu. Setelah registrasi saya diminta memasukkan nomor voucher 688975333598891104 lalu SMS ke 6644 dan untuk istri nomor voucher 653554674450462853. Beberapa menit kemudian isi pulsa untuk istri bisa masuk, tapi saya tidak terlaksana/gagal. Setelah konfirmasi, saya diminta tunggu beberapa saat, kalau tetap belum masuk harus kembali lagi. Setelah 3 jam belum juga masuk, saya ke Indomaret minta mengganti registrasi baru nomor voucher 548398885754111268. Ternyata belum bisa juga lalu saya diminta tunggu lagi selama 1x24 jam. Jika belum masuk akan dihubungi. Esok harinya Indomaret kirim SMS, intinya bila isi pulsa belum masuk, uang akan dikembalikan. Saya SMS balik minta isi pulsa dialihkan ke nomor istri saya tapi mereka tidak bisa memberikan ke nomor lain selain nomor yang berdasarkan registrasi pertama. Lalu saya konfirmasi untuk diisikan ke nomor saya lagi namun berhari-hari menunggu tak ada jawaban dan sampai sekarang tidak pernah dihubungi lagi. Apakah itu yang dinamakan "isi pulsa unik". Unik memang, isi pulsa Rp 5 ribu saja sampai berhari-hari tidak bisa. Jangan-jangan ini memang modus unik untuk menipu konsumen. Padahal biaya yang saya keluarkan untuk SMS, telepon (GSM) dan balik ke toko melebihi harga isi pulsa. Bukan jumlah nominal pulsa yang saya permasalahkan, tapi saya ingin melihat tanggung jawab Indomaret. Kepada pengguna telepon selular berhati-hatilah terhadap "isi pulsa unik". Eko Prasetyono Jl Darat Lasimin 10, Semarang *** Polisi Gimana Nih? Tetangga kosku belum lama ini kehilangan motor sekitar pukul 21.00 dan ini kali kedua dia alami. Dia bersama temannya mencari dan ketemu pencurinya di sebuah jalanan sepi. Tapi tubuh si pencuri tinggi kekar membuat nyali tetanggaku ciut sebab keduanya berperawakan kurus kecil sehingga tidak berani mengambil motor miliknya. Mereka berdua hanya membuntuti dari belakang dan setelah tahu markas pencurinya, segera lapor ke bapak kos. Teman-temannya dan bapak kos segera ke markas pencuri tapi tak berani mengambil motor dan akhirnya malah pulang dengan tangan kosong.Tapi tetangga kosku dan temannya segera lapor ke kantor polisi. Ternyata polisi yang dilapori bilang: "Kalau tidak ada dana ya tidak bisa jalan" sehingga tetanggaku pulang serta tidak berani bilang pada orang tuanya di kampung. Sebenarnya apa sih yang dilakukan polisi setiap hari. Apa hanya menilang motor yang tidak memiliki surat-surat kendaraan saja. Kritik dariku buat polisi di daerah Tembalang agar lebih bijak. Saranku, keamanan di daerah Tembalang lebih diperketat karena rawan pencurian. Selama 2 tahun aku kos di Tembalang, sudah 4 kali pindah untuk cari kos yang aman. Kos pertama, temanku kehilangan motor, celana panjang juga pakaian dalam. Rakus banget pencurinya. Kos kedua, temanku kehilangan ponsel, laptop, sandal, sepatu, baju, uang. Kos ketiga, aku kehilangan helm (Rp 150 ribu) yang kubeli dengan penuh perjuangan (nabung). Uang kiriman orang tua ngepas buat makan saja. Kos keempat, mbak kosku kehilangan motor pas pukul 18.30. Semoga pencurinya insaf. Untuk anggota polisi Tembalang, bantulah anak kos, jangan persulit mereka. Para mahasiswa di Tembalang adalah calon pembangun negara, jadi bantulah mereka. Rosiana R Plangitan RT 8/RW 1, Pati *** Menata Nurani Ramadan bulan padat beribadat. Ramadan bulan instropeksi diri. Yang jelas Ramadan bulan untuk menata nurani dan setelah itu sikap, perilaku serta semua tindak tanduk kita akan berubah 100%, menuju ke hal kebaikan (positif). Sebelas bulan kita berkubang dalam noda dan dosa, kesempatan selama sebulan ini kita pasrahkan dan curahkan hanya untuk memperbaiki nurani. Di saat negeri ini masih terkungkung aroma krisis ekonomi, sewajarnya semun tindakan bisa direm agar segala yang berbau kemewahan tidak ada pada diri kita. Unsur keteladanan harus ada pada pemimpin negeri ini. Unsur contoh mesti melengkapi diri para pejabat. Hilangkan prasangka atau wacana politik murahan yang akan menambah carut marut kehidupan sosial. Oleh sebab itu tiap individu harus berbuat serta bertindak sesuai aturan, tidak membohongi publik dan tidak menekan/memeras rakyat. Di saat kebutuhan pokok rakyat mulai naik seharusnya semua pihak bertindak untuk membuat suasana menjadi tenang, kondusif dan bersahabat. Kesewenang-wenangan harus ditiadakan. Jargon politik yang cerdas itulah yang diharapkan rakyat. Tidak sekadar retorika serta tidak hanya bagi duit (money politic). Selama Ramadan mari menata lidah, mata dan pendengaran terutama hati (nurani) agar menjadi lebih baik. Wisnu Widjaja Jl Sindoro I/16 Panggung, Tegal *** Mohon Kebijaksanaan Untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri, para pensiunan yang menjadi nasabah bank sepakat memohon kebijaksanaan pemimpin bank agar angsuran para pensiunan untuk penerimaan gaji bulan Oktober 2007 dipotong bunganya saja. Sebab angsuran pokok akan digunakan untuk keperluan hari raya tersebut. Soal kekurangan angsuran selanjutnya dapat diperhitungkan kemudian, misal pelunasan 24 bulan menjadi 25 bulan dan selanjutnya. Mohon pertimbangan serta kebijaksanaan dengan sesanti: "Bank dan nasabah laksana ikan dalam air". Soengkowo HS Jl Kanoman 131 Bancar, Purbalingga *** Lagu Perjuangan Banyak tokoh masyarakat mengungkap, pada era demokrasi reformasi tampak sikap Pancasilais sejati yaitu sopan, manusiawi, rukun, suka wacana dan menolong orang mulai luntur. Hal ini bisa mengganggu timbulnya kaum nasionalis sejati yang bercita-cita dan bersikap: Cinta tanah air, cinta bahasa, cinta bangsa, cinta Bhinneka Tunggal Ika dan cinta NKRI. Karena itu menyemangatkan kembali kelunturan tersebut baik di radio maupun TV maka perlu ditonjolkan lagi nyanyian/lagu perjuangan agar para remaja teringat apa dan bagaimana proses perjuangan para founding father negeri ini. Lagu-lagu tersebut antara lain Maju Tak Gentar, Halo-Halo Bandung, Padamu Negeri, Selendang Sutera, Dari Sabang Sampai Merauke dan lainnya. Juga diperdengarkan lagu-lagu yang menggambarkan keindahan Indonesia seperti Indonesia Pusaka, Nyiur Hijau, Rayuan Pulau Kelapa, Bengawan Solo, Nun Jauh di Sana dan lainnya. Dengan sering mendengar lagu-lagu tersebut, para remaja penerus bangsa secara bertahap pasti akan melagukan dan menghafalkan dan dengan sendirinya merasuk ke dalam hati nuraninya yang paling dalam. Di samping itu kalau di rumah orang tua mewajibkan naka-anaknya menyanyikan lagu itu serta kalau perlu ada buku nyanyian yang komplit. Juga di sekolah, baik di TK, SD, SMP, SMA, SMK maupun universitas. Moeljono HP Jl Banteng Utara VII/1, Semarang *** RS Panti Wilasa Saya pasien rawat inap di RS Panti Wilasa Dr Cipto Semarang merasa kecewa. Pertama, karena tidak tranparannya perincian tagihan dan kedua, ketidakjujuran perawat. Masalahnya sebetulnya sepele. Waktu akan masuk rawat inap, saya mempersiapkan segala yang dibutuhkan termasuk termometer pribadi. Tapi saat akan membayar tagihan, saya tidak diizinkan melihat terlebih dulu rinciannya. Jadi terpaksa membayar dulu, baru menerima rincian tagihan termasuk penggunan obat. Di rumah saya baru memeriksa dan ternyata ada tagihan dua buah termometer. Saya langsung menelepon kasir dan lapor ke ruangan perawatan untuk konfirmasi. Suster berkata, mungkin ada kekeliruan dengan pasien yang namanya mirip saya. Dia berjanji akan mengecek dan membawa bukti rincian biayanya pada saat kontrol. Karena kebetulan harus fisioterapi di RS tersebut, saya telepon (sebelum berangkat ) ke ruang perawatan, apakah masalahnya sudah dicek. Suster menjawab berdasar catatan, saya memang menggunakan 2 termometer karena milik saya pecah. Saya kecewa sebab hanya karena termometer seharga Rp 20.700 mereka menyindir saya: "Jika ibu berkeras tidak menerima sesuai tagihan, kami akan memberi dua termometer stok ruangan sebagai gantinya karena kami tidak bisa mengembalikan uang". Segera saya jawab: " Saya sudah punya dua termometer di rumah, jadi tidak perlu lagi". Bukan pengembalian uang yang saya inginkan, tapi kejujuran perawat. Hal seperti ini berbeda dengan Panti Wilasa Citarum. Tahun lalu waktu dirawat, saya diberi tas kecil berisi tisu kotak, tisu gulung, sedotan minum, handuk, sabun, sikat, lengkap beserta pasta giginya. Termometer juga diberi terpisah tapi saya tolak karena sudah bawa dari rumah. Untuk itu saya diminta tanda tangan atas penolakan tersebut. Pemberian tas berisi perlengkapan juga dimintakan bukti tanda tangan bahwa saya sudah terima. Saat pulang, masih diberi suvenir travel bag. Waktu mengisi angket untuk bahan evaluasi juga mendapat suvenir sebagai penghargaan kepada pasien. Tapi mengapa pelayanan di RS Panti Wilasa Dr Cipto jauh berbeda padahal sama-sama RS Panti Wilasa, Bukan suvenirnya yang saya inginkan, tapi kejujuran dan pelayanan yang baik menjadi pertimbangan utama saya. Mohon manajemen memperbaiki pelayanan agar tidak mengecewakan pasien. Yulia Dwimulyani Jl Kelud Utara II/2, Semarang *** Ekstra Kurikulum Saya salut dan bangga terhadap sekolah yang menerapkan ekstra kurikulum bela diri dan kalau bisa jangan cuma satujenis saja agar siswa punya pilihan sesuai bakat, minat, kemauannya sehingga mereka tidak merasa terpaksa. Selain olahraga, bela diri bisa bermanfaat untuk kesehatan tubuh serta mengantisipasi tindakan penculikan siswa yang akhir-akhir ini makin marak. Dengan bela diri siswa selain menjaga keselamatannya juga menyelamatkan orang lain dari tindakan kejahatan. Usulan, Kepolisian perlu bisa memasukkan disiplin berlalu lintas ke dalam kurikulum sekolah hingga para siswa dalam berlalu lintas lebih tertib. Dengan kurikulum plus di sekolah diharapkan mampu mengubah SDM lebih bermutu. Kouw Wie Hay Jl Kedondong Dlm II/376, Semarang *** Memperdayakan Negara Sebanyak 90% penganggur berpeluang mendapatkan lapangan kerja bila negara ini diurus dengan baik sebab modal dasarnya sudah tersedia seperti sumber daya alam yang sangat besar. Jika para pemimpin mengolah secara maksimal akan bisa menampung jutaan penganggur. Singapore, Taiwan, Korea, Jepang sangat minim SDA tapi bisa maju dan makmur karena rakyatnya suka kerja keras. SDM kita kalah jauh dengan mereka. Itu anggapan dulu, sebab sekarang sudah mampu mengusai teknologi. Buktinya banyak siswa yang belum lulus sekolah sudah dipesan perusahaan yang memakai teknologi canggih. Apalagi kalau mau memberdayakan semua sarjana S1 dari luar negeri untuk mengembangkan potensi kita. Lantas apakah modal dana kita sudah cukup, hal itu jangan jadi alasan sebab banyak sumber dana yang bisa diberdayakan seperti dari APBN/APBD yang kini ketahuan banyak diparkir di bank sampai triliunan rupiah yang seharusnya untuk membangun negara. Selain itu ada dana rekening liar yang dikuasai para pejabat yang jumlahnya juga triliunan rupiah. Sedang dana swasta yang diparkir di luar negeri juga bisa diberdayakan. Lebih-lebih kalau pemerintah mau win-win solution dana BLBI yang dibawa lari ke luar negeri sebanyak Rp 650 triliun dapat ditarik. Koruptornya diampuni saja daripada dananya hilang sebab toh sulit juga diproses hukum. Negara lain yang ketempatan dana malah untung besar. Bila dirasa kurang, boleh utang. Kelemahan fatal bagi kita dalam mengelola utang adalah tidak tepat sasaran sehingga beban negara tidak makin ringan tapi malah bertambah berat. Akhirnya rakyat menjadi korban. Negara ini bisa berdiri tegak bila aparat, penegak hukum berjalan lurus, pengontrol negara berjalan baik, rakyatnya patuh hukum serta para pimpinan tidak memelihara sifat tamak. Ali Farkan Pabelan RT 1/RW I, Kab Semarang *** Jawaban Carrefour Sehubungan tulisan Ibu Supriyati di Surat Pembaca 15 September 2007 berjudul "Belanja di Carrefour", kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang beliau alami. Sehubungan dengan hal ini pihak Carrefour Semarang sudah menghubungi serta bertemu dengan beliau dan menjelaskan duduk permasalahannya. Ibu Supriyati menerima baik penjelasan kami hingga permasalahan telah diselesaikan dengan baik. Retha A Dotulong Comm & Community Relations Manager |