logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 20 September 2007 NASIONAL
Line

99 Persen Petani Tercemar Pestisida

SEMARANG- Kesimpulan akhir kasus kematian 10 warga Kanigoro, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang yang tertuju pada paparan pestisida sesaat mengindikasikan kesadaran petani untuk melindungi diri mereka dari bahaya pestisida masih sangat minim. Apalagi baru-baru ini terungkap data bahwa hampir seluruh petani sentra holtikultura di Kabupaten Magelang tercemar pestisida dalam kandungan darahnya.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Jateng dokter Hartanto. Ditemukannya karbamat dari pestisida dalam cairan kuras lambung serta tingginya cadmium dalam 222 sampel darah warga Desa Kanigoro yang dikirim ke Laboratorium Litbang Depkes dan Laboratorium Eykman mendapat perhatian serius.

Dibuat Bingung

Berdasarkan pemeriksaan sampel Cholinesterase tahun 2006, dari 550 sampel darah petani yang selama ini menggarap ladang sayuran di sejumlah kecamatan sentra holtikultura seperti di Kecamatan Ngablak, Pakis, Dukun, Kajoran, Bandongan, Windusari dan Kaliangkrik, tercatat sebanyak 99,8% telah tercemar zat kimia pembasmi hama tersebut.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Drs Mujadin Putu Murja, meminta kesimpulan pemerintah mengenai penyebab kematian 10 warga Dusun Beran, Desa Kanigoro, Kecamatan Ngablak, tidak membingungkan warga. "Sebaiknya koordinasi lebih dulu sebelum menyampaikan hasil penelitian terkait penyebab penyakit itu kepada publik. Masyarakat jangan dibuat bingung," pintanya, kemarin.

Seperti diketahui, Menkes Siti Fadilah Supari semula menyatakan penyebab kasus beran itu tempe gembus beracun yang dikonsumsi warga, terutama 10 korban.

Namun dalam perkembangannya, Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Hartanto menyatakan penyebab kematian korban adalah pencemaran pestisida. Dia juga mengingatkan, warga ingin tahu secara pasti penyebab penyakit misterius supaya bisa mengambil mencegah pada masa mendatang.

Perlu dirunut terlebih dahulu akar masalahnya,supaya pernyataan kepada publik tidak menimbulkan polemik yang bisa membuat masyarakat bingung. Dia justru meminta pemerintah mengutamakan pemulihan kondisi psikis masyarakat.(J14,pr-72,60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA