logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 20 September 2007 NASIONAL
Line

Lonjakan Penumpang Diperkirakan Tinggi

Semua Kereta Akan Dikerahkan

SEMARANG- PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperkirakan akan terjadi lonjakan penumpang KA saat Lebaran ini, karena tahun ini tidak akan ada kenaikan tarif kereta api untuk kelas ekonomi.

Dirjen Perkeretaapian Departemen Perhubungan Ir Soemino Eko Saputro, mengatakan itu di sela-sela kunjungannya ke depo lokomotif Semarang Poncol, Rabu (19/9). Dia mengatakan pihaknya akan mengerahkan semua kerata, sehingga jumlahnya meningkat dibanding tahun lalu, dari 1.231 menjadi 1.244 kereta.

''Persiapan telah dilakukan dan karena kelas ekonomi tidak ada kenaikan tarif, maka kami mewaspadai lonjakan penumpang lebaran nanti agar bisa melayani masyarakat lebih baik,'' kata Soemino didampingi Kepala PT KA Daop IV Rono Pradipto.

Soemino menegaskan tidak boleh ada penumpang tersisa di stasiun, dan kalau memang diperlukan kereta api tambahan di luar KA angkutan Lebaran seperti KA Sapu Jagad akan dioperasikan. Pada H-10 nanti kereta-kereta baru semuanya akan dikeluarkan. ''Saat ini ada 50 kereta yang masih digarap di industri kereta api di Madiun,'' jelas dia.

Toleransi Penumpang

Mengantisipasi lonjakan penumpang, pihaknya menerapkan 50% toleransi tambahan. ''Ya kalau misalnya satu kereta dimuati 106 penumpang bisa ditambah lagi separohnya.'' Mengenai pengamanan jalur KA yang sekarang ini sering terjadi kerusakan akibat pencurian, pihaknya telah menugaskan juru periksa jalur ekstra.

Petugas yang biasanya hanya memeriksa dua kali sehari, khusus dalam masa lebaran ini melaksanakan tugasnya lebih dari tiga kali. Kadaop IV Rono Pradipto menambahkan, pihaknya akan menambah hingga maksimal 10 rangkaian kereta untuk setiap keberangkatan. ''Selain KA Tegal Arum jurusan Jakarta-Tegal dan Tawang Jaya 2 nanti dari pusat akan ditambah Tawang Jaya Lebaran,'' kata dia.

Sementara itu kesibukan di depo lokomotif Semarang Poncol kini semakin bertambah menjelang Lebaran, karena lebih banyak perbaikan dan pemeliharaan terhadap lokomotif dan kereta. Seperti lokomotif besar misalnya terdiri dari 11 kereta utama, 5 loko sedang serta 1 loko kecil, dan 14 kereta rel diesel (KRD) yang rutin diperiksa.

''Saat ini yang sedang diperbaiki di antaranya adalah empat motor diesel dan kelengkapannya. Setiap jarak 25 ribu km untuk lokomotif dan 10 ribu km untuk KRD akan ada perbaikan, namun pemeriksaan kami lakukan setiap hari,'' jelas YMT Ka UPT Depo Lokomotif Semarang Poncol Dwi Priyo Prayitno. (J14-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA