logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 20 September 2007 NASIONAL
Line

Pengakuan Imam Besar Masjid Al Aqsa

Shalat pun Harus Sembunyi-sembunyi

SEMARANG - Imam Besar Masjid Al Aqsa, Palestina, Syeh Muhammad Mahmud Seyam meminta doa dari umat muslim di Indonesia agar Palestina bisa terbebas dari cengkeraman kaum zionis Israel. Permintaan itu diutarakannya saat memberikan tausiyah sekaligus penggalangan dana untuk Palestina di Masjid Diponegoro, Pleburan, Selasa (18/9).

Seyam berujar umat Islam di Palestina dalam menjalankan ibadah puasa di bulan ramadan ini tidak sebebas di Indonesia. Tekanan Israel terus meningkat, sejak negara itu memblokade Masjib Al Aqsa menjelang ramadan lalu.

Bahkan warga Palestina yang ingin menjalankan ibadah ke masjid yang pernah menjadi kiblat umat Islam itu harus melalui beberapa blokade. Pemerintahan zionis itu menerapkan aturan yang boleh ke Al Aqsa, warga berusia di atas 45 tahun.

Shalat Sembunyi

Selain itu, pemerintah Israel memberlakukan jam malam di sekitar Al Aqsa. Tentara Israel selalu patroli untuk membubarkan segala aktivitas yang sifatnya mengundang massa. "Jangankan melakukan tarawih dan tadarus bersama, shalat pun harus dilakukan dengan sembunyi-sembunyi," katanya dalam bahasa arab yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh H Muqoddam Cholil, koordinator Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP).

Meski ada pembatasan waktu bagi warga Palestina, tetapi tidak demikian dengan warga Israel. Warga Israel diberi keleluasaan untuk keluar masuk Al Aqsa. Bahkan kondisi masjid suci umat Islam itu sangat mengenaskan karena dikelilingi oleh kafe-kafe milik warga Israel.

"Setiap malam hingar bingar musik mengusik shalat tarawih kami. Namun kami tetap berusaha khusuk, maka bersyukurlah muslim Indonesia, tingkatkan ibadah dan terus beramal," tegasnya yang disambut pekikan takbir jamaah pengajian. Setelah mengisi selama dua jam, lawatan Imam Masjid Al Aqsa dilanjutkan ke Masjid Al Muhajirin, Banyumanik untuk menunaikan shalat tarawih.

Pengajian itu diselenggarakan oleh Ikatan Dai Indonesia (IKADI) dalam penggalangan dana mampu mengumpulkan Rp 14,378 juta. Dana itu akan disumbangkan untuk muslim Palestina. (H37,H7-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA