logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 20 September 2007 NASIONAL
Line

Pemerintah Tolak Haji Laut

  • Menag: Berangkat Semangat, Pulangnya Rewel

JAKARTA- Pemerintah tidak setuju terhadap usulan penggunaan jalur laut sebagai alternatif perjalanan ibadah haji. Sebab, selain waktu yang ditempuh lama, dapat mempengaruhi psikologi jamaah pada saat pulang.

"Terus terang, kami tidak setuju perjalanan haji melalui jalur laut. Sebab, perjalanan tersebut lama sekali," kata Menteri Agama M Maftuch Basyuni dalam rapat dengar pendapat dengan Panita Ad Hoc III Dewan Perwakilan Daerah (PAH III DPD) di Gedung DPD RI Senayan Jakarta, Rabu (19/9).

Penggunaan jalur laut diusulkan anggota PAH III Rusli Rachman dengan alasan, perjalanan laut dapat digunakan untuk efisiensi biaya.

Tapi, menteri agama berpendapat, perjalanan jalur laut paling tidak membutuhkan delapan hari perjalanan. "Waktu berangkat, semangatnya luar biasa. Tapi begitu pulang, para jamaah pasti rewel sekali," ujarnya.

Alasan lain, meski pelabuhan di Jeddah Arab Saudi sudah diperbesar, tetapi lalu lintas bongkar muat barang sangat padat. Dikhawatirkan untuk merapatkan (kapal) saja bisa memakan waktu satu sampai dua hari. "Selain itu, saat ini penyelenggaraan haji dengan jalur laut sudah tidak ada lagi, sehingga sangat sulit menyiapkan petugas untuk membantu pelayanan bagi para jamaah," jelasnya.

Harga Tiket

Oleh karena itu, dia meminta agar semua pihak tidak usah lagi memikirkan menggunakan jalur laut dalam berhaji. Sebab, melalui jalur udara akan lebih baik. Apalagi sudah banyak dilakukan perbaikan-perbaikan.

Mengenai kenaikan harga tiket pesawat terbang yang setiap tahunnya memberatkan para calon jamaah haji, ia menyatakan Depag akan mengkoordinasikan dengan Departemen Perhubungan dan Kementerian BUMN. Hal itu sekaligus untuk menyiasati agar tidak terjadi kenaikan tarif pesawat terbang setiap tahunnya.

Dalam rapat tersebut, Menag melaporkan bahwa kebutuhan pemondokan seluruhnya sebanyak 203.418 kapasitas, dan sudah disewa 198.814 kapasitas. Yang masih dalam proses penyewaan sebanyak 4.604 kapasitas. Dia juga menjelaskan, seluruh paspor haji telah diselesaikan penulisannya.

"Kemudian secara bertahap dilakukan validasi untuk diserahkan kepada Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta. Pemberian visa dari Kedubes Arab Saudi diharapkan selesai pada pertengahan bulan Syawal 1428," jelasnya.(H28-49)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA