| Kamis, 20 September 2007 | SEMARANG |
Pemkot Berupaya Operasikan Sumur ArtesisSALATIGA- Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Salatiga berupaya mengoperasikan sumur artesis di Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, yang hingga kini belum berfungsi. Masalahnya adalah tenaga listrik sebagai penggerak pompa air, karena daya listrik di lokasi itu sangat rendah. Kepala DPU Ir H Saryono mengatakan, salah satu yang dilakukan adalah pemasangan genset atau mesin diesel sebagai tenaga listrik penggerak mesin pompa, karena jaringan listrik di daerah itu lemah. Dua proyek sumur artesis di Kelurahan Kumpulrejo, yakni di Dukuh Ngronggo dan Dukuh Randuares, diharapkan selesai 2007 ini. Debit air di dua sumur itu dinilai cukup, yakni 5 liter/detik. ''Semoga sumur artesis tersebut dapat segera difungsikan,'' kata Saryono, Rabu (19/9). Namun, untuk sumur di Randuacir yang belum dipastikan ada kandungan air akan diupayakan alternatif lain. Saryono menjelaskan, belum bisa diperasikannya sumur bor di Randuacir, karena kondisi alam yang tidak memungkinkan untuk mendapatkan air, meski kedalaman sumur sudah lebih dari 100 meter. Meski proyek tersebut dinilai gagal, DPU tetap mengusahakan mendapatkan sumber air di lokasi lain, tidak jauh dari lokasi awal. Menurutnya, kalau dikatakan gagal terus tidak dilanjutkan, terkesan menelantarkan proyek tersebut. Bersamaan dengan tahap akhir pembuatan sumur, dalam tahun anggaran APBD 2007 ini, DPU juga tengah membangun empat sumur artesis baru di Kelurahan Bugel, Kecamatan Sidorejo, Kelurahan Kecandran, Kecamatan Sidomukti, Kelurahan Noborejo, Kecamatan Argomulyo, dan Kelurahan Tingkir, Kecamatan Tingkir. ''Pembangunan sumur baru ini diharapkan lebih matang dan bisa memperoleh air dengan mudah. Sebab, sebelum menggarap telah didahului dengan perencanaan geolistrik untuk mengetahui kandungan air di dalam tanah,'' ujar Saryono. Perencanaan geolistrik dilakukan DPU dengan anggaran Rp 45 juta, diperoleh pemetaan kandungan air di Kota Salatiga. Sedangkan anggaran tiap proyek sumur artesis dengan kedalaman 120 meter Rp 300 juta. ''Sampai Desember diharapkan semua sumur baik yang baru digarap ataupun yang lama, dapat segera difungsikan.'' (H2-37) |