logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 20 September 2007 SEMARANG
Line

Ribuan Mercon Siap Jual Disita Polisi

DEMAK- Ribuan petasan jenis sesdor beserta bahan obat dan alat yang digunakan untuk membuat petasan, disita satuan Reskrim Polres Demak dari rumah Bb (43), warga Desa Dempet, Kecamatan Dempet, Demak, kemarin. Saat petugas menggerebek, pemilik berhasil melarikan diri.Barang-barang berbahaya itu pun kemudian disita petugas.

Di antaranya 8.000 mercon sosder merek pesawat terbang yang siap jual, 4.000 petasan setengah jadi, bahan yang telah dicampur sebanyak 5 kilogram, arang 10 kilogram, potasium 3 kilogramg, belerang 3 kilogram, puluhan lembar kertas semen, dan alat pembuat mercon.

Akan Dimusnahkan

Kapolres Demak AKBP Eko Indra Heri menuturkan, bahan-bahan itu akan segera dimusnahkan dengan cara direndam air dan dikubur dalam tanah. Keberhasian pengungkapan kasus tersebut setelah pihaknya menerima informasi dari masyarakat yang menyebutkan ada industri rumahan yang membuat petasan.

Informasi itu pun ditindaklanjuti dengan menerjunkan sejumlah personel ke tempat dimaksud.Tampaknya pembuat petasan sudah mencium kedatangan petugas. Begitu polisi sampai di lokasi, pembuat mercon sudah melarikan diri. Sementara barang-barang tersebut ditinggal. ''Semua langsung kami sita,'' katanya.

Dia mengimbau masyarakat tidak memproduksi, menjual, dan membeli mercon. Barang tersebut termasuk bahan peledak yang cukup berbahaya dan dapat mengancam keselamatan jiwa seseorang. Sudah banyak contoh orang yang menjadi korban akibat petasan meledak.

''Di beberapa daerah ada warga yang memproduksi bahan peledak menerima dampaknya, karena mercon meletus hingga merusak seisi rumah. Ada pula yang bermain mercon dan menerima akibatnya, karena meledak di tangan,'' katanya.

Kejadian seperti itu, tutur dia, semestinya menjadi pelajaran berharga agar tidak terjadi lagi. ''Apalagi, sampai menimpa bagian dari keluarga kita.'' Dia menambahkan, selama bulan suci Ramadan pihaknya mengintesifkan operasi penyakit masyarakat (pekat) dan bahan peledak (handak). Sasaran operasi adalah penyakit masyarakat, seperti minuman keras, wanita tuna susial, dan bahan peledak seperti mercon.

Operasi bukan hanya dilakukan dengan mendatangi lokasi yang berpotensi terdapat pekat dan handak, tetapi juga dilakukan bersamaan dengan operasi lalu lintas. Dari hasil operasi itu, sudah menunjukkan penurunan penjualan miras. Beberapa kali dirazia, tidak lagi ditemukan warung-warung yang menjual minuman memabukkan. (H1-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA