| Kamis, 20 September 2007 | SEMARANG |
Perlu Komitmen Spiritual dalam BerpuasaPUASA itu bukan diam, tapi bergerak. Kebanyakan orang berpuasa lebih suka bermalas-malasan daripada melakukan aktivitas. Pada umumnya, manusia terutama anak-anak, berpuasa karena orang tua atau teman. Menurut Ronal Edison, trainer anak-anak dari Emotional Spiritual Quotient (ESQ) Leadership Center, dalam "Berkah Obrolan Sahur Ramadan 1428 H", Rabu (19/9), kebanyakan anak-anak berpuasa karena teman, hadiah, atau ingin dipuji. "Itu yang harus diluruskan," ujar Ronal. Anak-anak itu masih bersih dan polos, sehingga tugas orang tua memberi kesadaran pada mereka atau disebut dengan komitmen spiritual. Yaitu, kesadaran bahwa apapun yang dilakukan, bukan untuk orang di sekitar tapi untuk diri sendiri dan pengabdian kepada Allah. "Nilai-nilai spiritual adalah bagaimana mereka mengenal lebih jauh dan lebih dalam, untuk apa mereka hidup di dunia, belajar, dan puasa. Apa sih tujuan puasa, apa sekadar untuk menahan lapar dan haus?" papar Ronal. Pada acara yang disiarkan langsung dari lobby Hotel Ciputra Semarang oleh Suara Sakti 105,2 FM tersebut, hadir pula Reggy Latif, trainer ESQ untuk anak-anak. Acara yang dimoderatori oleh Public Relation dan Promotion Suara Merdeka Eriyati R Saptoputratmo, dengan host Denish dari Suara Sakti tersebut mendapat respons dari masyarakat, melalui telepon interaktif di (024) 8447154 dan SMS di (024) 70400550. Komitmen Spiritual Lebih lanjut Reggy manambahkan, kadang orang tua bersikap lebih kepada anak. Ada kalanya anak-anak menjalankan puasa karena teman dan orang tua. "Itulah anak yang tidak punya komitmen spiritual ," tegasnya. Menurut Reggy, komitmen spiritual tidak hanya dimiliki oleh anak-anak dan orang dewasa. Tapi juga pernah dimiliki oleh para nabi dan rasul. "Bagaimana mereka (nabi dan rasul-Red) memiliki kesadaran mendalam tentang Tuhan, sehingga tahu untuk apa hidup," papar dia. Basuki, salah seorang pendengar dari Simongan menanyakan, bagaimana caranya ESQ dibuat sebagai suatu metode berkelanjutan, terutama untuk anak-anak. Menurut Reggy, konsep ESQ training adalah bagaimana menciptakan karakter yang tangguh. (Fani Ayudea-62) |