| Kamis, 20 September 2007 | SEMARANG |
Penambat Rel Kereta Lepas karena Aus
SEMARANG- Hasil olah TKP dan penyelidikan polisi menunjukkan hilangnya 102 penambat rel jalur persimpangan, 200 meter arah Barat Stasiun Jerakah, karena aus dan bukan sengaja dilepas orang. "Kemungkinan, setelah lepas baru diambil orang. Mengenai siapa pelakunya, kami masih menyelidi," kata Kasat Reskrim Polwiltabes Semarang, AKBP Agus Rohmat SIK SH MHum, Rabu (19/9). Polisi beranggapan, hilangnya 102 penambat rel di dekat Stasiun Jerakah bukan sabotase dari sekelompok orang. Seperti diberitakan kemarin, sebanyak 102 penambat KA hilang dan diduga disikat pencuri yang diperkirakan berjumlah lebih dari tiga orang itu. Ke-102 penambat rel yang raib itu terdiri atas 55 pak rel dan 47 lempengan penahan rel. Perkiraan penambat rel itu telah aus diketahui setelah polisi melakukan penyelidikan awal dan olah TKP di lokasi kejadian. Dari pantauan Suara Merdeka di lapangan, penambat maupun paku rel di lokasi sangat mudah dicabut. Bahkan tanpa menggunakan alat, penambat bisa dicabut dengan tangan kosong dalam hitungan menit. Rel Bergeser Padahal jika penambat dan paku dicabut, rel akan bergeser dan terangkat, sehingga lempengan dengan mudah bisa diambil. Akibatnya, jarak kedua rel bisa melebar dan berujung kecelakaan, misalnya kereta anjlok atau terguling. Kereta api yang melintas pada rel tanpa penambat akan mudah anjlok. Kepala Humas PT KA Daerah Operasi IV Semarang, Warsono SH MHum menampik tudingan kalau rel kurang terawat. Dikatakan, meski penambat rel yang dicuri terdapat di jalur persilangan, kondisi rel tetap dirawat. Sebab, kata dia, suatu saat jalur persilangan tersebut tetap dipakai dan sangat penting. "Bisa saja jadi jalur alternatif pemberhentian sementara. Misalnya, kalau ada kereta api dari Weleri lewat, kereta api yang lain bisa dilewatkan ke jalur persilangan ini. Jadi, meski hanya jalur pesilangan, rel tersebut tetap dirawat," kata Warsono. Namun dia tak memungkiri jika ada sebagian penambat rel yang sudah aus. Kondisi itulah kemudian dimanfaatkan orang-orang tidak bertanggung jawab. Dia mengaku belum mengetahui atau mendapat laporan petugas lapangan mengenai adanya penambat rel yang aus di jalur persilangan kereta api di sekitar Stasiun Jerakah. "Saya belum mendapat laporan terperinci, sebab baru pulang dari safari Ramadan di Bojonegoro," ungkapnya. Ditambahkan, saat ini PT KA sedang fokus pada pengamanan dan pelayanan menjelang Lebaran. (H21,D12,H40-18) |