| Kamis, 20 September 2007 | SEMARANG |
TARLING RAMADHAN 1428 H''Kalau Kebelet, Ya Ditahan-tahan Dululah''SEMARANG-Sebenarnya tidak ada larangan untuk berhubungan suami-istri, sepanjang itu dilakukan pada malam hari. Namun, kalau hal itu bisa mengurangi kekhusyukan ibadah puasa, seyogianya hasrat untuk itu ditekan selama Ramadan. ''Meskipun tidak dilarang, sebaiknya diusahakan tidak kebelet untuk berhubungan. Setidaknya hal itu bisa untuk menambah kekhusyukan dalam berpuasa," ujar Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jateng Drs H Rozihan SH MAg, ketika menyampaikan tausiyah pada tarawih keliling (tarling) di Kantor Kejaksaan Negeri Semarang, Jalan Abdurahman Saleh, Selasa (18/9). Tarling itu diikuti Wali Kota Sukawi Sutarip bersama jajaran Muspida dan para pejabat di lingkungan Pemkot. Selain Wali Kota, terlihat di jajaran jamaah, Wakil Wali Kota Mahfudz Ali, Ketua DPRD Kota H Sriyono, serta Kajari M Farela SH sebagai sahibul bait. Rozihan yang juga dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Unissula itu menyampaikan tausiyah dengan bahasa yang mudah dicerna. Sesekali dia melemparkan joke segar sehingga isi ceramahnya tidak membosankan jamaah yang mendengarkan. Dikatakan, puasa merupakan ibadah hati, yang dalam menjalankannya harus diniati dengan hati penuh keikhlasan. Sayangnya, masih banyak di antara masyarakat yang menjalankan ibadah tersebut karena ingin menggugurkan kewajiban semata. Puasa, kata dia, merupakan kunci untuk membuka pintu surga. Kalau ingin menjadi penghuni surga, maka setiap muslim dituntut untuk melaksanakan puasanya dengan ikhlas. Salah satu contohnya, ikhlas menahan keinginan untuk melakukan hubungan suami-istri. ''Kalau kebelet, ya ditahan-tahan dululah,'' selorohnya. Wali Kota Sukawi Sutarip meminta kepada seluruh warga Semarang untuk saling menghormati satu sama lain. Ramadan, kata dia, bisa menjadi momentum penting bagi warga Kota ATLAS untuk meningkatkan kualitas diri. Dikatakan, jika kualitas diri seluruh warga kota baik, secara otomatis kualitas perikehidupan kota juga ikut meningkat. Jika kualitas itu bisa dicapai, dia berharap, Kota Semarang akan tetap kondusif seperti yang diinginkan semua pihak. (H9-62) |