logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 20 September 2007 SEMARANG
Line

KAMMI Tuntut DPRD Gunakan Hak Interpelasi

SEMARANG - Belasan aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Rabu (19/9), mendatangi DPRD Kota Semarang. Mereka menuntut, anggota Dewan menggunakan hak interpelasi terhadap Wali Kota Sukawi Sutarip, terkait pelaksanaan Semarang Pesona Asia (SPA), 9-15 Agustus lalu.

Ketua KAMMI Daerah Semarang Muhith Harahap mengatakan, kedatangan para anggotanya untuk menyikapi dua hal, kegagalan pelaksanaan SPA dan ''piknik'' para lurah ke Bali. KAMMI menuntut, DPRD bersikap dan bertindak konkret terhadap kegagalan-kegagalan tersebut. ''Sebagai representasi rakyat, DPRD harus mampu menyuarakan suara rakyat. Selama ini mereka diam saja melihat kejanggalan-kejanggalan dalam penyelenggaraan SPA,'' ungkapnya.

Para pendemo mengawali aksinya dari Bundaran Tugu Muda, lalu berjalan kaki menuju ke Balai Kota. Sayang, saat akan menemui anggota Dewan, mereka teradang penjagaan ketat aparat Satpol PP yang di-back-up aparat kepolisian.

Pintu gerbang Balai Kota juga tertutup rapat. Usaha negosiasi dengan aparat tidak kunjung membuahkan hasil. Mereka tampak kesal sehingga menendang gerbang Balai Kota berkali-kali. Baru setelah berteriak-teriak mereka diizinkan masuk ke halaman DPRD.

Akhirnya, mereka ditemui oleh anggota Komisi B DPRD Kota Semarang Santoso Hutomo. Sebelumnya, para peserta aksi kecewa karena kantor DPRD kosong. Aksi juga diwarnai dengan pelemparan gedung Dewan dengan tomat.

Gagal Total

Menurut Muhith Harahap, pelaksanaan SPA gagal total. Dari tiga pencapaian yang ditargetkan Pemkot, tidak ada satu pun yang berhasil. Bahkan SPA tidak berpengaruh sama sekali terhadap kondisi perekonomian masyarakat. Dikatakan, SPA tidak didukung perencanaan yang jelas. Sudah satu bulan pasca-SPA, namun belum ada satu pun program lanjutan.

''Ironisnya, di tengah belum tuntasnya masalah SPA, Pemkot sudah merencanakan SPA jilid 2. Itu menunjukan tidak pekanya Pemkot terhadap masalah yang dihadapi masyarakat,'' tandasnya.

Terkait dengan aspirasi KAMMI itu, Santoso Hutomo yang menemui mereka mengatakan, pihaknya akan melanjutkan aspirasi tersebut. Selain itu, dia juga akan berusaha menggalang anggota Dewan yang lain untuk melakukan interpelasi terhadap Wali kota. ''Saya berjanji akan melanjutkannya ke Sekwan untuk memanggil Wali Kota,'' katanya. (H9,H12-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA