| Kamis, 20 September 2007 | SEMARANG |
Pemkot Siap Buka-bukaan
SEMARANG- Diusik mengenai evaluasi anggaran, panitia Semarang Pesona Asia (SPA) akhirnya blak-blakan tentang pemakaian dana APBD tersebut. Sekretaris Panitia Harini Krisniati mengatakan, pihaknya siap bila sewaktu-waktu dimintai klarifikasi oleh DPRD. Menurut dia, anggaran Rp 3 miliar untuk SPA telah habis dipakai sesuai peruntukan. Disebutkan, anggaran lebih banyak terserap untuk membiayai korespondensi dengan negara sahabat, tenaga profesional, dan pergelaran seni yang masing-masing bernilai ratusan juta rupiah. ''Kelihatannya memang tidak seberapa, tapi kalau seluruhnya dijumlah lo kok jadinya sebesar itu. Seperti pergelaran seni saja, biayanya bisa macam-macam, mulai dari honor koreografer sekelas Didi Nini Thowok, kendaaran untuk seniman, sewa pakaian, belum lagi sewa studio untuk Surya Orchestra. Masak mereka harus bayar sendiri. Itu pun sudah dipotong sana-sini, jadi tidak tarif normal,'' jelas dia. Harini mengelak dikatakan panitia dan Pemkot berusaha menutup-nutupi evaluasi anggaran. Menurutnya, tidak ada hal yang perlu disembunyikan karena pertanggungjawabannya jelas. Bahkan, lanjut dia, laporan SPA sudah selesai diperiksa oleh Bawasda. ''Kalau mulainya saja sudah suudzan, kerja keras kami (panitia-Red) pasti juga akan ditanggapi salah. Masak pegawai yang beberapa minggu tidak tidur untuk mempersiapkan SPA tidak dianggap sama sekali. Uang lembur PNS malah lebih kecil dari biaya lain, bahkan jauh lebih kecil dari tenaga ahli,'' jelasnya. Untuk membiayai pergelaran seni, terang mantan Kabag Humas Pemkot itu, panitia mendapatkan bantuan sponsorship. Dukungan itu sama sekali tidak berupa anggaran, namun barang dan jasa. Di antaranya, biaya untuk mendatangkan tim penari seribu tangan dan sejumlah tarian Asia lain yang konon bisa mencapai lebih dari Rp 200 juta. ''Di mana-mana yang namanya pergelaran seni itu mahal. Tapi jangan dilihat dari situ, karena untuk ukuran sebuah kota nilai promosi Rp 3 miliar itu tidak seberapa. Kenapa tidak pernah diungkit soal jembatan udara dan follow up calon investor yang masuk ke Kota Semarang. " Selain APBD Kota, Harini mengatakan pihaknya juga mendapatkan bantuan dari Pemprov Jateng Rp 500 juta. Dikatakan, bantuan Pemprov itu menunjukkan bahwa alokasi Rp 3 miliar itu tak cukup besar untuk event internasional yang dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut. (H12,H9-62) |