logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 20 September 2007 KEDU & DIY
Line

Pemkab dan Wakil Rakyat Siap Bahas Pasir Besi

KULONPROGO - Pemkab Kulonprogo dan DPRD setempat berencana membicarakan persoalan rencana penambangan pasir dan pembangunan pabrik besi baja. Pasalnya, wacana pendirian pabrik mengundang reaksi masyarakat baik pro maupun kontra sehingga rawan konflik horizontal.

''Masalah ini sudah mencuat tak hanya di tingkatan lokal sehingga perlu segera pembahasan lebih jauh agar persoalan menjadi jelas. Penambangan pasir dan pendirian pabrik besi baja bukan menjadi masalah investor dan masyarakat tapi juga pemerintah pusat,'' ungkap Ketua Komisi I DPRD Kulonprogo Sudarminto, menanggapi pro-kontra proyek tersebut.

Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, rencana penambangan dan pendirian pabrik di kawasan pantai selatan Kuloprogo itu mengakibatkan munculnya kelompok pro dan kontra. Mereka yang kontra melakukan aksi dan memaksa Bupati Toyo S Dipo membatalkannya sedangkan kelompok yang pro meminta pemerintah segera melaksanakan program tersebut.

Situasi demikian membuat sejumlah kalangan merasa prihatin karena masyarakat terpecah menjadi dua kelompok dan terancam konflik horizontal. Selama bulan puasa ini kedua kelompok diminta bersikap cooling down dan menjaga keutuhan yang sudah terbina. Mereka bisa duduk dalam satu meja membicarakan masa depan wilayahnya.

Langkah Taktis

Dia menjelaskan, wakil rakyat belum memperoleh kepastian mengenai rencana tersebut. Karena itu, dia meminta agar pimpinan Dewan dan anggota membahasnya sebagai bentuk langkah taktis misalnya dengan interpelasi. Tujuannya sudah tentu agar ada kejelasan tentang rencana penambangan pasir besi sekaligus pembangunan pabrik besi baja. Menurutnya, Dewan akan meminta penjelasan dari Bupati mulai dari rencana sampai hal-hal lain termasuk dampak lingkungan dan sosial. (D19-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA