logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 20 September 2007 INTERNASIONAL
Line

LINTAS JAGAT

AS Siapkan Sanksi Baru

WASHINGTON - Amerika Serikat merancang resolusi sanksi baru terhadap Iran. Hal itu dilakukan beberapa hari menjelang pertemuan negara-negara besar tentang program nuklir Teheran.

''Kami tengah mengolah rumusan resolusi. Kami tengah membahas masalah itu dengan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB (AS, Rusia, China, Inggris, dan Prancis) serta Jerman,'' jelas juru bicara Deplu Sean McCormack.

Pertemuan akan diadakan Jumat besok di Washington, dipimpin diplomat Nicholas Burns. Negara-negara peserta akan diwakili oleh direktur politik kementerian luar negeri.

''Masalah ini merupakan topik utama. Kami akan membahas unsur-unsur resolusi serta pengaturan waktunya,'' jelas McCormack. Dia menambahkan bahwa Menlu AS Condoleezza Rice akan bertemu dengan mitranya dari kelompok itu pada 28 September mendatang di New York.

''Kami berharap pertemuan ini dan pembahasan-pembahasan intervensi akan membuahkan hasil.'' Dewan Keamanan PBB telah mengesahkan tiga resolusi terhadap Iran. Dua di antaranya mencakup sanksi yang diberlakukan karena republik Islam itu menolak menghentikan aktivitas pengayaan uranium. Amerika Serikat menduga Teheran diam-diam membuat bom nuklir. Iran bersikeras program nuklirnya untuk tujuan damai.(afp-niek-26)

Israel-Iran Kerja Sama

PHUKET - Para pejabat Israel dan Iran mengesampingkan permusuhan politik mereka, Selasa lalu. Mereka bekerja sama memanfaatkan keahlian forensik Israel untuk mengidentifikasi korban kecelakaan pesawat di daerah wisata Phuket, Thailand.

Enam warga Israel dan 18 Iran termasuk di antara 89 orang yang tewas ketika pesawat milik maskapai One-Two-Go itu terhempas dan terbakar saat berusaha mendarat di bawah guyuran hujan deras dan angin kencang. Pesawat tersebut membawa 130 penumpang dan awak.

Hubungan antara Israel dan Iran minimal dan tegang. Presiden Iran pernah membantah Holocaust. Namun para diplomat dari kedua negara mengesampingkan kesan bahwa antagonisme itu bakal menghambat upaya membantu keluarga yang kehilangan anggotanya.

''Sifat manusia adalah membantu menyelesaikan masalah secepatnya,'' kata Safdar Shafiee dari Kedubes Iran di Bangkok setelah berjabat tangan dengan Yaki Oved, wakil ketua kepolisian Israel di Asia Tenggara dan Pasifik.

''Dalam situasi seperti ini, kami melupakan perselisihan,'' kata Oved. ''Yang utama adalah membantu. Kami tidak berpikir tentang politik.'' Shafiee menjelaskan 15 dari korban tewas asal Iran telah teridentifikasi, namun sidik jari atau sampel DNA dari keluarganya di Iran diperlukan untuk mengidentifikasi tiga lainnya.

Dia mengatakan wajar jika orang-orang bekerja sama setelah terjadi bencana kemanusiaan. ''Saya kira tidak ada perbedaan di antara manusia. Semuanya manusia dan setiap negara bisa memberikan bantuan sebisanya,'' jelasnya.(ap-niek-26)

SM/AFP

BERSAMA: Tim forensik Israel dan Iran kemarin bersama mengidentifikasi jenazah korban pesawat jatuh di Phuket, Thailand.(25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA