logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 15 September 2007 SALA
Line

Subosukowonosraten

Keamanan Pasar Diperketat

WONOGIRI - Keamanan Pasar Induk Wonogiri Kota diperketat, terutama pada malam hari, untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan selama puasa dan menjelang lebaran. Pintu-pintu pasar ditutup pada sore hari dan baru dibuka lagi keesokan harinya, kata Tuladi, anggota Satpam Pasar Induk Wonogiri Kota, Kamis (12/9) lalu.

Dikatakan, pintu pasar ditutup untuk mengantisipasi pencurian pada malam hari. ''Penutupan ini atas desakan para pedagang sendiri,'' katanya.

Di lantai satu, pintu utara dan pintu selatan ditutup mulai 18.30 sampai 06.00, pintu barat mulai 17.30 sampai 04.00, dan pintu timur dari 19.00 sampai 06.00.

Di lantai dua, pintu utara ditutup dari pukul 18.30 sampai 06.00 dan pintu barat dari pukul 18.30 sampai 04.00.(P27)

Peternakan Ayam Hibrida Dirintis

SUKOHARJO - Dinas Pertanian (Dispertan) Sukoharjo merintis peternakan ayam super atau hibrida. Selain untuk memberdayakan masyarakat, peternakan semacam itu bertujuan mencegah merebaknya flu burung.

Kepala Dispertan Giyarti menjelaskan, pihaknya sudah menggulirkan 5.000 ekor anak ayam bantuan kepada 50 kelompok dasa wisma PKK di Sukoharjo. ''Lokasi dasa wisma tersebar di berbagai kecamatan,'' katanya, Kamis (13/9).

Tiap kelompok mendapatkan 100 ekor anak ayam untuk dipelihara dan dikembangkan menjadi ayam-ayam hibrida. ''Saat ini memang baru percontohan. Makanya, yang mendapatkan bantuan baru 50 kelompok dasa wisma,'' ujarnya.

Namun, ke depan, direncanakan seluruh kelompok dasa wisma di kabupaten berslogan ''Makmur''ersebut akan mendapatkan bantuan anak ayam hibrida untuk dikembangkan. (H44-58)

Pedagang Pindah ke Pasar Baru

KLATEN - Pemkab Klaten berencana memindahkan para pedagang yang kini masih menempati pasar darurat di Lapangan Merdeka, Delanggu, ke Pasar Delanggu - yang baru saja selesai dibangun kembali - setelah lebaran.

Jika pemindahan ke pasar yang baru dilakukan menjelang lebaran, dikhawatirkan omset penjualan akan turun. Sebab, konsumen bisa kebingungan mencari kios atau los pedagang yang sudah jadi langganan.

Selain itu, pedagang juga ternyata belum punya modal untuk berjualan di pasar baru. Padahal, mereka harus membeli perlengkapan berdagang yang juga sama sekali baru.

Kepala Kantor Pengelolaan Pasar Drs Sugiharjo Saptoaji mengatakan, sudah dicapai kesepahaman dengan pedagang bahwa pemindahan akan dilakukan setelah lebaran. ''Jadi, ini permintaan sebagian besar pedagang sendiri,'' ujar dia, Jumat (14/9) kemarin.(H34-58)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA