| Sabtu, 15 September 2007 | OLAHRAGA |
p.e.r.s.o.n.a.lEnergi Positif KebencianGELAR musuh publik no 1 tak membuat Cristiano Ronaldo terpuruk. Dia mengubah kebencian terhadapnya menjadi energi positif untuk mendewasakan diri. Bintang Manchester United (MU) asal Portugal itu pernah dimusuhi masyarakat Inggris setelah insiden yang melibatkan dia dengan rekan seklubnya, Wayne Rooney, dalam Piala Dunia 2006. Ronaldo kemudian berencana hengkang dari The Red Devils, tapi niat itu dibatalkan selepas mendengarkan nasihat manajer Sir Alex Ferguson. "Setelah laga itu, aku bertubi-tubi mendapat kritik, bahkan ancaman. Hal tersebut memang tak menyenangkan, namun dampaknya sangat baik. Aku menjadi lebih bijak dan kebencian itu membantuku tumbuh matang," tuturnya seperti dikutip BBC Sport. Pemuda berusia 22 tahun itu menyebut Rooney akan selalu menjadi teman baiknya. Bermain bersama striker pujaan Inggris tersebut dianggap Ronaldo sebagai sebuah kehormatan. "Suatu hal menyenangkan bisa bermain dengan Rooney di tim yang sama. Ada banyak orang yang menginginkan hal itu terjadi pada mereka," katanya. (H29-31) |