logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 15 September 2007 OLAHRAGA
Line

McLaren Didenda 100 Juta Dolar

PARIS - Pimpinan klasemen Formula Satu (F1) McLaren dicoret dari daftar perolehan poin pabrik pada musim lomba 2007 dan didenda 100 juta dolar akibat kontrovesi mematai-matai yang melibatkan informasi Ferrari.

Namun badan otomotif dunia FIA menyatakan bahwa poin pembalap yang lagi memimpin Lewis Hamilton dan juara dunia dua kali dari Spanyol Fernando Alonso, tetap berhak atas angka mereka dalam kategori pembalap.

''WMSC (World Motor Sports Council/Dewan Olahraga Motor Dunia) mencoret Vodafone McLaren Mercedes dari daftar raihan poin pabrik pada kejuaraan FIA F1 2007 dan tim itu tidak mendapat poin untuk sisa balapan tahun ini,'' demikian pernyataan FIA.

''Selain itu, tim itu didenda 100 juta dolar,'' bunyi pernyataan itu.

Sedangkan poin yang diraih tim lain pada musim ini tidak terpengaruh. McLaren, juara satu-dua pada lomba terakhir di GP Italia di Monza, dituduh mendapatkan informasi dan data-data tentang Ferrari dari kepala perancang Mike Coughland yang sudah diberhentikan.

Ketika wartawan mempertanyakan apakah akan ada tindakan hukum, Presiden FIA Max Mosley menjawab, "Ya."

Keputusan itu membuat Ferrari berada di atas angin pada pengumpulan poin kategori pabrik, namun perebutan angka pada kategori pembalap masih berlangsung seru.

McLaren mengantungi angka 23 poin di atas Ferrari, yang terpaut 57 poin lebih banyak dari BMW Sauber. Hamilton, pembalap rookie berusia 22 tahun yang musim ini tampil secara sensasional, memimpin klasemen pembalap, terpaut tiga angka dari juara dunia ganda Alonso dengan sisa empat perlombaan lagi.

Spygate

Formula Satu yang digelar di Belgia akhir pekan ini menjadi drama lebih penting karena sengketa 'spygate' kembali diungkap. Jika badan dunia Formula Satu FIA menemukan McLaren meraih keuntungan dari bocornya informasi rahasia teknis milik Ferrari setebal 780 halaman, tim Inggris itu akan mendapat hukuman yang akan menjadikan olah raga itu kacau-balau.

Skandal spygate telah membayangi musim ini sejak awal Juli, ketika terungkap mekanik Ferrari Nigel Stepney memberikan informasi rahasia kepada kepala perancang McLaren Mike Coughlan.

Pada sidang FIA akhir bulan itu McLaren dinyatakan bersalah memiliki data Ferrari tanpa hak, tapi tidak dikenai hukuman karena tidak ada bukti bahwa mereka mengambil keuntungan dari informasi itu.

Ferrari kecewa atas kesimpulan itu, tapi FIA menjanjikan mereka akan meninjau kembali kasus itu, jika terdapat bukti baru.

Menjelang Grand Prix Italia akhir pekan lalu, terungkap bahwa FIA sudah menemukan bukti baru dan pertemuan Kamis yang semula dijadwalkan untuk mendengarkan banding Ferrari, berubah menjadi dengar pendapat dewan olah raga bermotor dunia.

Terhadap kasus itu, McLaren menyatakan sama sekali tidak bersalah, dengan mengatakan, tidak satu pun komponen dari kendaraan MP4-22 mereka ada kaitannya dengan catatan yang bocor itu.

FIA mengatakan, dalam kasus itu, pembalap tidak dihukum karena mereka tidak tersangkut dengan masalah itu, namun mereka bisa dapat hukuman denda. (ant-28)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA