| Sabtu, 15 September 2007 | OLAHRAGA |
Scolari Minta MaafLISABON- Pelatih Portugal, Luiz Felipe Scolari, kemarin meminta maaf karena telah menyerang Ivica Dragutinovic usai pertandingan kualifikasi Euro 2008, Kamis (13/9). Tetapi dia tetap menyalahkan bek Serbia itu yang telah menghina keluarganya. "Saya minta maaf kepada Portugal dan kepada seluruh rakyat Portugal. Saya merasa seperti di rumah sendiri di sini," kata pelatih asal Brasil dalam pernyataan emosional setelah tersiar kabar bahwa UEFA akan menyelidiki insiden itu. "Situasi saat itu sangat membingungkan. Saya hanya berniat melindungi pemain saya," kata Scolari yang menjadi sangat populer di Portugal. Dia menambahkan bahwa pemain Sevilla, Dragutinovic, telah menghina keluarganya di Spanyol. "Kata-kata dalam bahasa Spanyol itu ditujukan langsung untuk keluarga saya, saya sangat mengerti maksudnya," katanya. "Saya pun bereaksi, reaksi yang salah. Tetapi terkadang orang yang rasional dan normal sekalipun juga berbuat salah. Untuk itu, saya ingin minta maaf kepada kalian, kepada penggemar, pemain, dan seluruh rakyat Portugal." Federasi Sepak Bola Portugal (PFF) juga mengatakan akan melakukan penyelidikan atas insiden yang terjadi pada akhir pertandingan kualifikasi Grup A yang berakhir imbang 1-1 itu. Perkelahian antara Scolari versus Dragutinovic itu tampaknya diawali saat sang pemain mendapat kartu merah menjelang akhir pertandingan. Tidak diketahui dengan pasti, apakah Scolari benar-benar memukul Dragutinovic. Contoh Buruk Dragutinovic, dalam situs klub www.sevillafc.es dan kepada radio Canal Sur menjelaskan bawa Scolari sengaja akan memukulnya. "Ia menyentuh wajah saya dan pada saat itu saya melihat bahwa dia ingin memukul. Saya melangkah mundur. Kejadian ini tidak baik untuk dunia sepak bola. Ini contoh yang buruk,'' katanya. "Saya memaafkannya, saya tidak punya dendam, tetapi jika Anda kalah atau menang, Anda harus memiliki rasa hormat yang sama untuk setiap pemain karena Anda berada di dunia olahraga. Jika Anda tidak tahu bagaimana bersikap ketika kalah, maka sebaiknya Anda segera meninggalkan sepak bola," tegas Dragutinovic. "Saya belum pernah melihat insiden seperti ini selama saya berkarier. Saya sedikit terkejut dengan reaksinya. Saya tahu, dia pelatih yang baik. Tidak ada kata-kata yang tepat untuk menggambarkan reaksinya karena saya belum pernah berbicara atau berhubungan dengannya." (rtr,F3-40) |