| Sabtu, 15 September 2007 | MURIA |
WORO WORODitemukan Makanan KedaluwarsaBLORA- Konsumsi makanan dan minuman oleh warga selama bulan puasa dan menjelang Idul Fitri diperkirakan akan mengalami peningkatan. Untuk mengantisipasi penjualan makanan dan minuman yang sudah kedaluwarsa, cacat, dan rusak, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Blora mulai melakukan pemeriksaan di sejumlah toko dan supermarket, kemarin. "Kami masih mendapati produk makanan dan minuman kedaluwarsa yang dijual. Kepada pemilik toko, kami memberikan peringatan," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindagkop, Prayitno, melalui Kasubdin Perdagangan, Pujianto. Jenis makanan yang kedaluwarsa, menurut Pujianto, didominasi makanan ringan, seperti biskuit. (H18-76) Ribuan Mercon Korek Disita KUDUS - Ribuan batang mercon jenis korek, Jumat (14/9) pagi, disita petugas. Penjualnya, Sulijati (40), dibawa ke Mapolres untuk dimintai keterangan. Menurut pengakuan Sulijati, dirinya sudah seminggu ini menjual mercon jenis tersebut. Dia mengaku, memperolehnya dari salah seorang pedagang di pasar Dawe. "Ya, baru seminggu ini. Itu pun baru terjual sedikit," katanya saat ditemui di Mapolres. Kapolres Kudus AKBP Iswandi Hari, melalui Kasat Samapta, AKP Binuka menyatakan, pihaknya terus merazia semua jenis mercon. Kali ini polisi menyita 7.300 batang mercon dari penjualnya. (H8-76) Ditemukan Kosmetik Palsu JEPARA - Tim gabungan Pemkab Jepara yang terdiri dari unsur kejaksaan, polres, kodim, dinas Indagkop, Dipenda, DKK, Distanak, kantor Statistik, Kesbanglinsos, bagian Perekonomian, Inkom, dan bagian hukum, beberapa waktu lalu memonitor harga di sejumlah pasar di kecamatan-kecamatan, kecuali Kecamatan Karimunjawa. Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan menemukan barang-barang palsu, terutama produk kosmetik yang tidak disertai pengesahan dari BPOM maupun dari Departemen Kesehatan RI. Dari Pasar Jepara, tim juga menemukan roti yang sudah kedaluwarsa. Barang-barang tersebut disita sebagai barang bukti dan pihak Polres Jepara diminta untuk menindaklanjutinya dengan memanggil penjual atau pemilik toko guna dibina. Kegiatan monitoring meliputi pemantauan harga pada sektor pertanian, palawija, komoditas sayur mayur, peternakan, lauk-pauk, industri, sandang dan barang umum lainnya. Selain itu, kegiatan tersebut untuk memantau terjadinya lonjakan kenaikan harga selama bulan Puasa. (J4-54) Pemerintah Diminta Danai JLS PATI- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Provinsi Jawa Tengah, dan Pusat, diminta serius dalam mendanai pelaksanaan proyek Jalur Lingkar Selatan (JLS) Pati. Juru bicara Komunitas Masyarakat Sarmin (KMS) Pati, Purwanto Hadi, mengkritisi masalah tersebut, kemarin. ''Jika pendanaan JLS sampai tersendat, sama saja Pemerintah mengorbankan kepentingan publik,'' ungkap dia. Meski warga pemilik tanah yang dibebaskan untuk keperluan itu telah diberikan ganti rugi, itu sama saja pengorbanan mereka melepas tanah hak miliknya tidak dihargai. Apalagi, melalui APBN 2007 telah dialokasikan anggaran Rp 5 miliar untuk memulai pembangunan JLS dari ujung barat (Semarang), di Desa Sokokulon, Kecamatan Margorejo, Pati. Kepala Diskimpras Kabupaten Pati, Ir H Suharyono MM, mengatakan, Pemerintah Pusat akan mengalokasikan dana pembangunan JLS Pati pada tahun anggaran 2008. (ad-76) |