| Sabtu, 15 September 2007 | INTERNASIONAL |
Bush Gagal soal Irak
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat George W Bush Jumat kemarin mengumumkan penarikan sekitar 21.500 tentara dari Irak pada pertengahan 2008. Namun, dia tidak bersedia menarik seluruh pasukan dan menyerahkan keputusan mengakhiri perang Irak kepada presiden berikutnya. Bush justru menjanjikan kehadiran Amerika Serikat di negeri itu tanpa batas waktu. "Karena keberhasilan di Irak, kami akan mulai menarik pulang pasukan," kata dia dalam pidato yang disiarkan televisi. "Makin sukses kita, makin banyak tentara Amerika yang dapat pulang." Dia bersikeras, perang itu masih dapat dimenangkan Amerika. Bush mengatakan, siapun presiden setelah dia kelak akan mewarisi konflik itu. Dia memperingatkan untuk tidak menyerah bertempur. Bush secara tegas mengatakan, dia akan membangun hubungan yang langgeng dengan Irak. Perang Irak mendapat tentangan keras dari publik dan kubu Partai Demokrat. Jajak pendapat terakhir memperlihatkan dua pertiga rakyat Amerika tidak setuju dengan strategi Bush. "Para pemimpin Irak memahami bahwa mereka membutuhkan peran serta Amerika di bidang keamanan, ekonomi dan politik. Hubungan itu akan terus berlanjut setelah masa jabatan saya," kata Bush. Dia akan mengakhiri tugas kepresidenan pada Januari 2009. "Para pemimpin Irak telah meminta hubungan berlanjut dengan Amerika. Kami siap mulai membangun hubungan yang akan melindungi kepentingan kita di kawasan itu dan membutuhkan lebih sedikit tentara Amerika," kata dia. Presiden mengatakan, dia menerima saran dari Panglima AS di Irak Jenderal David Petraeus. Petraeus menyarankan pemulangan 5.700 tentara pada akhir tahun ini dan total 21.500 tentara pada pertengahan 2008. Demokrat Menolak Dengan penarikan itu, jumlah tentara Amerika di Irak menjadi 130.000 personel, atau sama dengan sebelum Bush memerintahkan penambahan pasukan Januari lalu. Partai Demokrat menolak rencana Bush. Demokrat berpendapat, Bush ingin terus mempertahankan pasukan di Irak dan tanpa batas akhir. Senator Jack Reed dari Demokrat mengatakan, partainya akan kembali menetapkan ruang lingkup misi Amerika di Irak. "Malam ini, sebuah bangsa yang berhasrat untuk membuat perubahan di Irak telah mendengarkan pidato presiden tentang rencana-rencananya untuk masa depan," kata Reed. "Namun, sekali lagi, presiden telah gagal memaparkan rencana untuk secara sukses mengakhiri perang." Reed menambahkan, para anggota Demokrat akan melakukan apapun yang mereka yakini bisa memberi manfaat terbaik bagi kepentingan Amerika serta merumuskan ulang misi di Irak.(rtr-gn-25) |