logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 15 September 2007 INTERNASIONAL
Line

Ratusan Warga Palestina Ingin Shalat di Al-Aqsa

PERLINTASAN QALANDIA - Ratusan warga Palestina memadati dua pos pemeriksaan utama Tepi Barat. Mereka berusaha mencapai Masjid Al-Aqsa di Jerusalem pada jumat pertama bulan Ramadan, meski ada pembatasan-pembatasan oleh Israel.

Tentara Israel melarang sebagian besar dari mereka masuk. Hanya kaum pria berusia 45 tahun ke atas dan wanita berumur lebih dari 35 tahun yang diizinkan memasuki Masjid Al-Aqsa, kata juru bicara polisi Shmuel Ben-Ruby.

Kemarin, puluhan ribu orang Palestina mengikuti shalat jamaah di Al-Aqsa, dan mereka bubar dengan tenang.

Tahun ini, awal Ramadan bersamaan dengan Tahun Baru Yahudi. Seperti biasa, Israel menutup Tepi Barat selama hari libur Yahudi itu. Negara itu melarang seluruh warga Palestina memasuki Israel.

Hamdi Abu Fadi (44) terpaksa pulang karena dia tidak memenuhi syarat usia. Dia berusaha menyusup ke Jerusalem lewat daerah lain, dengan harapan sampai di Al-Aqsa. Shalat di Al-Aqsa dianggap lebih kuat dibanding masjid lain.

Warga Palestina telah lama mengeluh bahwa Israel melanggar hak mereka bagi kebebasan beribadah dengan membatasi akses ke masjid besar. "Ini merupakan kejahatan terhadap kita sepanjang tahun, baik selama Ramadan maupun bulan lain," kata Abu Fadi.

Israel menyatakan pihaknya melakukan pembatasan untuk mencegah kemungkinan serangan oleh militan Palestina. Ramadan merupakan saat semangat religi meningkat. Para pejabat keamanan khawatir hal itu bakal meningkatkan motivasi melancarkan serangan.(ap-niek-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA